• Minggu, 23 Januari 2022

Rasa Marah Hadir Bukan untuk Dihilangkan, melainkan Dikendalikan

- Rabu, 3 November 2021 | 20:02 WIB
Ilustrasi: marah (Pixabay/PublicDomainPictures)
Ilustrasi: marah (Pixabay/PublicDomainPictures)


KLIKANGGARAN-- Manusia pada hakikatnya dilimpahi berbagai emosi sejak ia terlahir ke dunia, seperti emosi bahagia, sedih, takut, malu, terkejut, dan marah. Semuanya merupakan anugerah yang Tuhan berikan dan patut disyukuri keberadaannya.

Akan tetapi, emosi yang merupakan pemberian Sang Pencipta juga bisa menjadi senjata makan tuan, apalagi emosi marah. Semua yang berkonotasi dengan kata “terlalu” biasanya tidak baik. Pun dengan marah.

Sebab, terlalu marah, atau amarah yang berlebihan bisa menjadi penyebab berbagai hal yang buruk terjadi, bermacam-macam. Mulai dari kandasnya hubungan asmara, dijauhi teman, melakukan pekerjaan menjadi tidak maksimal, sampai menurunnya sistem imun.

Baca Juga: Rachel Vennya Tersangka Kasus Kabur dari Karantina, Terancam 1 Tahun Penjara dan Denda Rp100 Juta

Amarah ini tercipta dari berbagai sebab pula. Bisa karena perilaku teman yang brengsek, suratan takdir yang tak selaras dengan keinginan, tugas yang menumpuk, sikap bos yang tak tahu diuntung, dan seterusnya. Walhasil, adalah wajar bahwa emosi kesal jamak terjadi.

Sebenarnya, akan menjadi suatu hal yang aneh sekaligus menakutkan kiranya jika seseorang tidak punya emosi marah. Bukannya bagus, melainkan malah bakal dikira tidak waras.

Bayangkan saja, ketika ada seseorang yang orang tuanya diejek, barangnya dicuri orang, dirampas haknya sebagai warga negara, dan lain-lain, eh dia malah lempeng-lempeng saja. Maka dari itu, wajar jika emosi marah ini terbit dalam sanubari. Hewan saja punya rasa marah, lha kok ini ga punya?

Baca Juga: Tiga Hari Sebelum Meninggal, Hanna Kirana Peluk Erat Orang Tuanya

Emosi marah dan emosi-emosi lainnya terjadi begitu saja secara otomatis. Ini merupakan reaksi pada otak terhadap suatu kejadian, sehingga wajar jika hadir dan terjadi begitu saja tanpa permisi.

Namun, perlu dipahami bahwa rasa marah itu sebenarnya bisa kita kendalikan. Ingat, emosi marah itu normal, sedangkan yang tidak normal ialah ketika emosi itu sudah berlebihan sampai-sampai merugikan diri sendiri dan orang lain. Jika sudah begini, tentu berbahaya sekali bukan?

Pada dasarnya, karena emosi marah merupakan hal yang otomatis terjadi, yang perlu diperhatikan bukanlah tentang bagaimana agar tidak marah. Akan tetapi, yang mesti kita jadikan perhatian adalah tentang bagaimana kita menyikapi rasa marah tersebut.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menikah atau Tidak Menikah?

Rabu, 12 Januari 2022 | 09:03 WIB

Melepas Keriuhan, Menyambut Keheningan

Selasa, 4 Januari 2022 | 16:27 WIB

Pemikiran Gus Dur dalam Pergerakan PMII

Kamis, 30 Desember 2021 | 19:39 WIB

Relasi Sinergis Nahdlatul Ulama-Partai Gerindra

Minggu, 19 Desember 2021 | 12:42 WIB

Jangan Stigma Negatif Pesantren

Sabtu, 11 Desember 2021 | 21:25 WIB

Mengulik Makna Selangkangan

Senin, 6 Desember 2021 | 17:28 WIB

Pentingnya Perencanaan Tenaga Kerja di Perusahaan

Jumat, 19 November 2021 | 18:32 WIB
X