• Minggu, 23 Januari 2022

Keikutsertaan Lendir dalam Sebuah Karya Sastra

- Selasa, 2 November 2021 | 12:24 WIB
Ilustrasi (@sekar_mayang)
Ilustrasi (@sekar_mayang)

 

KLIKANGGARAN--Karya sastra, seperti halnya budaya itu sendiri, berkembang seiring zaman. Layaknya air, ia akan mengikuti bentuk yang pas sesuai kebutuhan kala itu. Atau, dengan kata lain, karya sastra umumnya akan mengikuti selera pasar. Kecuali, ada yang mbalelo sedikit dengan memberi gebrakan tak lazim.

Akan tetapi, seberapa pun absurdnya sebuah karya sastra, ia tidak akan jauh-jauh dari apa yang telah jamak ditulis. Yang membedakan mungkin hanya tingkatan nyawa dan energi yang terkandung di dalamnya. Juga, seberapa kuat penulis menanamkan dirinya dalam karya tersebut.

Kali ini saya ingin membahas komposisi yang terkandung dalam sebuah karya, khususnya pada karya sastra (cerpen atau novel) yang diperuntukkan kepada pembaca dewasa. Dan, mari kita tetapkan lebih dahulu, bahwa yang dimaksud dewasa di sini adalah manusia yang berusia di atas dua puluh satu tahun.

Baca Juga: Maraton, Giliran Tujuh PNS Pemkab Muba Diperiksa KPK, Total Lebih Dari 30 Saksi Yang Mintai Keterangan

Sudah barang tentu, dalam sebuah cerita, terdapat konflik yang menjadi menu utama. Tanpa konflik, ia hanya akan menjadi cerita-cerita yang pantasnya dimuat dalam jurnal atau buku harian. Dengan kata lain, konflik adalah keniscayaan.

Lantas, apakah dalam menjalankan konflik pada sebuah cerita, tidak terjadi dinamika? Tentu saja ada. Disadari atau tidak, dinamika itu akan tercipta dengan sendirinya. Insting seorang penulis yang akan melakukannya, berdasarkan pengalaman serta kepekaan yang dimiliki.

Ketika sedang dalam tensi yang tinggi, para tokoh, dengan segala daya upayanya, berusaha mengatasi ketegangan yang ada. Salah satunya dengan seks.

Baca Juga: Syukurlah, Indonesia Masuk Kategori Level 1 Covid-19 Berdasarkan Data CDC

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menikah atau Tidak Menikah?

Rabu, 12 Januari 2022 | 09:03 WIB

Melepas Keriuhan, Menyambut Keheningan

Selasa, 4 Januari 2022 | 16:27 WIB

Pemikiran Gus Dur dalam Pergerakan PMII

Kamis, 30 Desember 2021 | 19:39 WIB

Relasi Sinergis Nahdlatul Ulama-Partai Gerindra

Minggu, 19 Desember 2021 | 12:42 WIB

Jangan Stigma Negatif Pesantren

Sabtu, 11 Desember 2021 | 21:25 WIB

Mengulik Makna Selangkangan

Senin, 6 Desember 2021 | 17:28 WIB

Pentingnya Perencanaan Tenaga Kerja di Perusahaan

Jumat, 19 November 2021 | 18:32 WIB
X