• Minggu, 23 Januari 2022

Makna Sumpah Pemuda buat Pejabat

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 06:26 WIB
Ilustrasi sumpah pemuda. (Instagram.com/sumpahpemuda.indonesia)
Ilustrasi sumpah pemuda. (Instagram.com/sumpahpemuda.indonesia)

KLIKANGGARAN-- Berbicara semangat Sumpah Pemuda adalah berbicara persatuan bangsa dan cinta Tanah Air. Ketulusan para pemuda saat itu dalam berjuang meraih cita-cita kemerdekaan menjadi teladan utama kita sebagai anak cucunya. Utamanya para pejabat negara sekarang.

Pejabat negara mesti belajar banyak dari para pemuda saat itu yang tulus berjuang memerdekakan bangsa. Semangat bersatu sebagai sama-sama warga negara. Semangat cinta Tanah Air yang melebihi cinta kepada kelompoknya atau partainya menjadi hal yang utama.

Alhasil, pelaksanaan tugas mereka sebagai pejabat negara semata-mata buat negara, bukan kroninya, bukan kelompoknya, bukan ormasnya, bukan partainya, bukan karena politik balas budi, politik dagang sapi, dan sebagainya. Semangat Sumpah Pemuda betul-betul diaplikasikan untuk konteks kekinian.

Baca Juga: French Open 2021: Enam Wakil Indonesia Maju Perempat Final, Shesar Ketemu Kento Momota

Sayangnya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Sumpah Pemuda seperti tidak dilirik atau diambil hikmahnya. Tahun ke tahun, Presiden ke Presiden, DPR ke DPR, Kapolri ke Kapolri, KPK ke KPK, pejabat negara kita seperti tidak pernah sepi dari pemberitaan korupsi. Entah karena KPK-nya keren atau pejabatnya bejat?

Tingkah polah pejabat negara yang sejatinya abdi negara seperti tidak ada jera-jeranya mencederai kepercayaan rakyat. Lagi dan lagi ada saja yang tertangkap basah menyalip uang negara. Bahkan, sampai berani-beraninya ngembat uang bansos Covid-19. Memalukan!

Pejabat Bersatulah buat Negara!

Dari Sumpah Pemuda, pejabat banyak belajar tentang pentingnya persatuan. Tidak masalah berpartai, berormas, berkelompok, berkomunitas, terlebih berkeluarga, namun ketika kepentingan negara dinomorduakan, apa yang terjadi?

Baca Juga: Facebook Umumkan Rebranding Menjadi Meta

Ketidakprofesional yang akhirnya hadir. Penyimpangan yang akhirnya datang. Pejabat yang melaksanakan tugas akhirnya kurang amanah. Proyek yang dikerjakan kurang terjamin kualitasnya, keselamatannya, efisiensinya, dan lain-lain.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menikah atau Tidak Menikah?

Rabu, 12 Januari 2022 | 09:03 WIB

Melepas Keriuhan, Menyambut Keheningan

Selasa, 4 Januari 2022 | 16:27 WIB

Pemikiran Gus Dur dalam Pergerakan PMII

Kamis, 30 Desember 2021 | 19:39 WIB

Relasi Sinergis Nahdlatul Ulama-Partai Gerindra

Minggu, 19 Desember 2021 | 12:42 WIB

Jangan Stigma Negatif Pesantren

Sabtu, 11 Desember 2021 | 21:25 WIB

Mengulik Makna Selangkangan

Senin, 6 Desember 2021 | 17:28 WIB

Pentingnya Perencanaan Tenaga Kerja di Perusahaan

Jumat, 19 November 2021 | 18:32 WIB
X