• Kamis, 8 Desember 2022

Mengenal Sosok Danjen Kopassus yang baru: Sang "Pam Pam" Puncaki Korp Baret Merah

- Sabtu, 9 April 2022 | 19:29 WIB
Egy Massadiah (penulis) dan Mayjen TNI Iwan Setiawan, Danjen Kopassus yang baru menggantikan Mayjen TNI Widi Prasetijono (Dok/Egy Massadiah)
Egy Massadiah (penulis) dan Mayjen TNI Iwan Setiawan, Danjen Kopassus yang baru menggantikan Mayjen TNI Widi Prasetijono (Dok/Egy Massadiah)

“Terlalu jumawa kalau kita sebut menaklukkan. Alam tak bisa ditaklukkan. Sebagai orang yang pernah berada dalam bekapan suhu minus 50 derajat Celcius, tanpa matras dan body bag, pilihannya hanya satu: kematian.

Jika saya dan tim bisa menancapkan bendera merah putih di puncak Everest, seratus persen karena izin Tuhan,” ujar lelaki kelahiran Bandung, 16 Februari 1968.

Iwan memang prajurit komando sejati. Di darahnya meresap Himne Kopassus “Lebih baik pulang nama daripada gagal di Medan laga”.

Setiap tugas adalah kehormatan. Karena itu, ketika ditugasi mendaki Mount Everest, Iwan hanya punya satu kata dalam kamus hariannya: Berlatih.

Jago Yel-yel

Ada satu lagi catatan menarik tentang sosok Danjen Kopassus yang baru ini. Di kalangan korp baret merah, Iwan Setiawan dikenal sebagai “jagoan yel-yel”. Ia terkenal sangat piawai membakar semangat pasukan dengan yel-yel atraktif, baik kata-kata maupun gerakannya.

Beberapa yel-yel kreasinya terbilang “sangar”. Kata-kata yang dibawakan seperti penyanyi rap, atau dilagukan dengan irama mars, serta gerakan-gerakan menghentak dan ritmis, sungguh bisa membakar semangat prajurit.

Aura semangat lekat dalam kesehariannya. Contoh, saat saya meneleponnya, yang terdengar bukan jawaban “hallo”, melainkan “KOMANDO HANTU RIMBA, PRAJURIT SAPTA MARGA... pam… pam… pam… pam... pam… pam... pam... Merah Putih....!!!” Saya hanya bisa menikmatinya sambil tertawa. Tak urung, ikut terbakar semangat pula.

Catatan karier militer Iwan terbilang cemerlang. Sebagian besar penugasannya memegang tongkat komando. Sebut saja misalnya, ia pernah menjadi Komandan Batalyon 22/Grup 2 Kopassus Kartasura (2008).

Sukses di Kartasura, ia menapaki penugasan berikut menjadi Wadan Pusdikpassus (Pusat Pendidikan Komando Pasukan Khusus/Kopassus), (2012-2013).

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: opini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keniscayaan Pemberantasan Peredaran Narkoba

Sabtu, 19 November 2022 | 20:20 WIB

Perubahan Pola Marketing

Jumat, 14 Oktober 2022 | 22:31 WIB

Napoleon Saja Dikalahkan Rusia, Apalagi...

Senin, 19 September 2022 | 21:38 WIB

Pesantren, Pseudo Pesantren, dan Tantangannya

Jumat, 16 September 2022 | 21:26 WIB

Cara Menghadirkan Sebanyak Mungkin Polisi di Lapangan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:07 WIB

Pemilu 2024 dan Pendidikan Politik Kaum Milenial

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:22 WIB

Refleksi Hari Kemerdekaan, Kaum Muda Bisa Apa?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:38 WIB

SATGASSUS

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:45 WIB
X