CERPEN: Aku Tunggu di Hotel Sekarang!

- Minggu, 13 Maret 2022 | 07:47 WIB
Gambar hanya ilustrasi (IG @popyrosalinais)
Gambar hanya ilustrasi (IG @popyrosalinais)

KLIKANGGARAN--“Aku tunggu di hotel sekarang,” pesanmu sampai ke whatsappku.

Tak lama mobil Mercy merah sudah terparkir di parkiran kampus. Selesai kuliah aku pun langsung pergi menghampiri Mercy merah itu. Supir yang kamu sediakan untukku selalu siap siaga.

Kamu tahu apa yang teman-temanku katakan ketika aku sudah memakai supir yang kamu sediakan?

“Gue juga pernah lihat mobil dan supir lu itu nganterin cewe kampus sebelah,” katanya.

Baca Juga: Isu Awkarin dan Gangga Batal Nikah Trending di Twitter

Sempat kaget dan aku tak memedulikannya. Mungkin cewe yang dimaksud temanku adalah perempuanmu juga.

Kurapikan semua pakaianku. Kusemprotkan minyak wangi ke seluruh tubuhku. Bertemu denganmu adalah rutinitasku. Apa rutinitas? Iyalah kan aku perlu uang jajan untuk gaya hidup.

“Nanti aku belikan kamu iphone terbaru ya, asal aku bisa free” katamu Minggu lalu.

Aku mesem-mesem mengingat ucapanmu. Apa sih yang tidak buat kamu. Asal uang jajan lancar, I phone baru, dan bisa healing. Sakit hati? Selama uang jajan lancar, buat apa sakit hati.

Baca Juga: Crazy Rich Malang, Juragan 99 Diincar Bareskrim, Nikita Mirzani Makin Gencar Mengungkap Fakta

Kenapa aku punya prinsip hidup seperti itu? Ah ini pasti pergaulanku dengan teman-teman. Walaupun mamaku dikatakan cukup untuk menghidupiku tapi tetap saja tidak mencukupi gaya hidupku.

Terkadang iri juga dengan perempuan yang bisa sederhana. Berkarya di masa muda. Tapi ini lebih menggiurkan. Bisa senang-senang dan anehnya aku tak merasa sakit hati jika kamu pun punya pacar juga selain aku.

Aku pandangi lampu merah yang terlihat di mobil. Lampu merah yang aneh. Jadi ingat dosenku yang membahas filosofi lampu merah.

“ Orang-orang membuat tanda merah pada zaman peperangan yang artinya ‘Stop’ dari peperangan dan pertumpahan darah. Karena ini, warna merah juga digunakan pada lampu lalu lintas untuk menandakan kendaraan harus berhenti agar tidak terjadi kecelakaan dan pertumpahan darah di jalan,” begitu penjelasan dosenku.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cerita Mitos Imlek: Monster dan Malam Tahun Baru Imlek

Minggu, 22 Januari 2023 | 00:05 WIB

Puisi Bertema Pahlawan dengan Judul "Pahlawanku"

Selasa, 1 November 2022 | 08:58 WIB

Dongeng Klik: Kisah Tikus Pelit

Senin, 10 Oktober 2022 | 11:50 WIB

(Cerita Imajinasi) Roket Pensil Doni

Kamis, 8 September 2022 | 14:00 WIB

(Cerita Imajinasi) Anni, Salmon Bersayap

Selasa, 6 September 2022 | 09:27 WIB

(Cerita Imajinasi) Ben dan Burung Ajaib

Selasa, 6 September 2022 | 09:00 WIB

Puisi : Menjadi Kartini

Kamis, 21 April 2022 | 07:18 WIB

Fabel : Kisah Amora, Ayam yang Belajar Ikhlas

Kamis, 7 April 2022 | 07:39 WIB

CERPEN: Aku Tunggu di Hotel Sekarang!

Minggu, 13 Maret 2022 | 07:47 WIB

CERPEN: Aku Kehilangan Diriku Sendiri

Selasa, 1 Maret 2022 | 14:44 WIB

CERPEN: Taman Langit

Selasa, 1 Maret 2022 | 10:46 WIB

Puisi Malam yang Sakit

Jumat, 28 Januari 2022 | 21:11 WIB

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB
X