• Senin, 5 Desember 2022

Cerpen: Perjalanan Hati

- Selasa, 16 November 2021 | 21:51 WIB
Ilustrasi Cerpen Perjalanan Hati (Dok.pexels.com/TomSwinnen)
Ilustrasi Cerpen Perjalanan Hati (Dok.pexels.com/TomSwinnen)

Di sela-sela rongsokan yang ada di antara rel kereta yang membentang dari stasiun pasar senen, aku melangkahkan kaki. Dengan gontai, belum ada sesuap nasi yang masuk ke mulutku. Badan ini terasa begitu lemah untuk melangkahkan kaki.

Di telinga terdengar sayup-sayup suara adzan Subuh yang semakin lama semakin jelas dan semakin keras. Akan tetapi, semakin lama membuat aku ketakutan mendengarnya. Ada apa dengan ini semua?

Suara adzan itu, membuatku teringat pesan Emak untuk selalu sholat, di kampung dulu. Emak yang selalu memberikan apa saja yang aku kehendaki. Emak yang sangat sayang denganku, mungkin karena aku ditinggal mati Bapak sejak di dalam kandungan.

Konon, kabarnya Bapak adalah seorang PKI yang terlibat pembunuhan terhadap dua prajurit TNI di Yogyakarta. Namun, ada hal yang membuat aku dan Emak semakin bingung ketika Bapak dihukum bakar oleh massa.

Baca Juga: Syukur Waktu 10, Mari Bangkit dan Berkarya !!!

PKI yang katanya tidak beragama, ternyata dihukum sama sadisnya dengan orang-orang komunis itu sendiri. Mengapa orang-orang itu bertindak sama sadisnya dengan PKI.

Aku jadi bingung. Apakah ini berarti penduduk yang menghukum Bapak juga sama-sama seperti Bapak, seorang komunis? Bingung aku jadinya.

Suara adzan itu membuat aku ketakutan. Entah mengapa di telinga ini kembali terngiang-ngiang pesan Ustadz Joko yang sering sekali memberikan pelajaran agama tentang kebaikan akhirat, kisah-kisah surga dan neraka, hukuman-hukuman orang yang malas sholat. Masih banyak lagi pesan yang membuat hati plus jiwa ini semakin bergidik mendengar adzan.

Suara adzan itu, membuat aku kembali hilang kesadaran dan akhirnya terjatuh tepat di sebelah rel kereta.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi Bertema Pahlawan dengan Judul "Pahlawanku"

Selasa, 1 November 2022 | 08:58 WIB

Dongeng Klik: Kisah Tikus Pelit

Senin, 10 Oktober 2022 | 11:50 WIB

(Cerita Imajinasi) Roket Pensil Doni

Kamis, 8 September 2022 | 14:00 WIB

(Cerita Imajinasi) Anni, Salmon Bersayap

Selasa, 6 September 2022 | 09:27 WIB

(Cerita Imajinasi) Ben dan Burung Ajaib

Selasa, 6 September 2022 | 09:00 WIB

Puisi : Menjadi Kartini

Kamis, 21 April 2022 | 07:18 WIB

Fabel : Kisah Amora, Ayam yang Belajar Ikhlas

Kamis, 7 April 2022 | 07:39 WIB

CERPEN: Aku Tunggu di Hotel Sekarang!

Minggu, 13 Maret 2022 | 07:47 WIB

CERPEN: Aku Kehilangan Diriku Sendiri

Selasa, 1 Maret 2022 | 14:44 WIB

CERPEN: Taman Langit

Selasa, 1 Maret 2022 | 10:46 WIB

Puisi Malam yang Sakit

Jumat, 28 Januari 2022 | 21:11 WIB

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB

Cerbung Kabut Pembatas Dua Dunia

Jumat, 17 Desember 2021 | 20:05 WIB
X