• Selasa, 29 November 2022

Pembelian Impor Masker N95 oleh PT RN Mengakibatkan Beban Selisih Kurs dan Kekurangan Penerimaan

- Minggu, 5 Juni 2022 | 08:07 WIB
masker 3 M N95 1860 (tigaem.com)
masker 3 M N95 1860 (tigaem.com)

KLIKANGGARAN -- Pada tahun 2020, PT RN memperoleh pesanan dari PT Pertamina untuk kebutuhan penanganan Covid-19. Proses penentuan spesifikasi barang, jumlah, negosiasi harga dan jangka waktu pemenuhan pesanan dimulai sejak tanggal 3 April 2020.

Kepada PT RN, PT Pertamina menyampaikan Surat Pesanan/Purchase Order (PO) No. 4400000021 pada tanggal 8 April 2020 sebesar Rp105.482.877.500,00 untuk 10 item barang.

PT RN telah menerima pembayaran 100% dari PT Pertamina pada tanggal 9 April 2020 sebesar Rp94.455.122.125,00 (setelah dipotong PPN sebesar Rp9.589.352.500,00 dan PPh sebesar Rp1.438.402.875,00).

Dari daftar pesanan tersebut, PT RN telah memenuhi seluruhnya, kecuali Masker 3M N95 1860 sebesar Rp65.312.000.000,00.

Baca Juga: Ternyata, Lebah Adalah Ikan, Kata Pengadilan AS! Kok Bisa, Ya?

Terkait dengan pemesanan Masker 3M N95 1860, dalam Laporan Hasil Pemeriksaan No. LHP: 03/AUDITAMA VII/PDTT/01/2022, Tanggal: 21 Januari 2022, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan permasalahan, antara lain:

Pertama, Proses Pengadaan Masker 3M N95 Impor Belum Sepenuhnya Mengacu Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Pengadaan Barang Dagangan dalam Keadaan Darurat

Dalam rangka pemenuhan masker 3M N95 pesanan PT Pertamina dan kebutuhan masker dalam negeri, PT RN melakukan pemesanan ke Vendor luar negeri sebanyak tiga kali yaitu ke Fanstar (Cina), Obfos Co Ltd. (Korea Selatan), dan Silverwolf International (Singapura).

Hasil reviu atas dokumen kontrak pengadaan dengan vendor dan korespondensi via email diketahui tidak ada dokumen yang menunjukkan jaminan ketersediaan masker dari ketiga vendor tersebut.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: LHP BPK

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X