• Rabu, 29 Juni 2022

Dana Hibah Pemprov Jabar TA 2020 Diduga Lahan Basah Praktik Korupsi

- Selasa, 25 Januari 2022 | 20:16 WIB
Ilustrasi (Pixabay/EmAji )
Ilustrasi (Pixabay/EmAji )

Besaran sisa dana hibah yang diterima oleh penerima hibah setelah dipotong, kemudian digunakan untuk pembangunan sekolah. Untuk pembelanjaan pembangunan sekolah diserahkan kepada pihak yang menjadi fasilitator dengan inisial HA untuk pembelian bahan material dan bangunan serta upah tukang.

Baca Juga: Eggi Sudjana Sebut 'Ketuhanan YME Hanya Ada dalam Islam', Habib Kribo : Jangan Sok Paling Sempurna!

Pihak penerima hibah menyerahkan seluruh pembelian bahan material dan bangunan kepada HA. Bukti pertanggungjawaban tersebut kemudian diberikan oleh HA kepada para penerima hibah.

Untuk delapan lembaga penerima hibah yang berada di Kecamatan Sodonghilir yaitu TKQ NH, MDT NH, MDT MH, RA AI, RA AHJ, TKQ AK, TKQ/TPQ AS dan
TKQ/TPQ NS, menyatakan bahwa format proposal awal (softcopy) yang dibuat oleh
lembaga didapatkan dari SU melalui daring.

Enam lembaga penerima hibah yaitu TKQ NH, MDT NH, MDT MH, RA AI, RA AHJ dan TKQ/TPQ NS kemudian membuat proposal awal hibah dan menyerahkan kepada Kepala MDT MH untuk dikolektifkan. Setelah itu proposal awal diberikan kepada SU. Satu lembaga penerima hibah yaitu TKQ/TPQ AS membuat proposal awal dan langsung menyerahkan kepada SU. Satu lembaga penerima yaitu TKQ AK membuat dan menyerahkan proposal pada Alm. Haji Ddh.

Pada saat akan melakukan pencairan, lembaga penerima hibah diminta membuat proposal pencairan, kemudian proposal tersebut dikumpulkan di suatu tempat untuk bersama-sama melakukan penandatanganan NPHD pada tanggal 15 November 2020. NPHD yang ditandatangani merupakan NPHD yang belum ditandatangani oleh Pihak Kesatu (Biro Yanbangsos).

Baca Juga: Kabar Duka dari Nurul Arifin, Puteri Tercintanya Maura Magnalia, Meninggal Dunia

Pada saat pencairan dana hibah, kedelapan pihak penerima hibah menarik seluruh dana yang diterima dan kemudian masing-masing menyerahkan sejumlah uang sebesar 55% dari jumlah yang diterima kepada pihak pemotong yaitu SU pada tempat yang telah ditentukan oleh SU.

Keterangan dari tiga lembaga yang berada di Kecamatan Sukaraja yaitu MDT AK,
MDT AM, dan MDT AH menyebutkan bahwa dana hibah ditawarkan oleh pihak pemotong yang berinisial EH. Para penerima hibah diminta menyiapkan materai, stempel, dan surat keterangan domisili. Proposal awal kemudian dibuatkan oleh pihak pemotong.

Selanjutnya pihak penerima dihubungi ketika akan melakukan pencairan. Penerima dana hibah tidak menandatangani dokumen apapun terkait pencairan dana hibah, baik proposal pencairan maupun NPHD. Pihak pemotong hanya memberitahukan bahwa telah ada pencairan ke rekening penerima hibah dan setelahnya akan dilakukan pemotongan dana hibah yang seharusnya diterima sebesar 50% dari dana hibah yang diterima, ditambah Rp5.000.000,00 untuk pembuatan laporan pertanggungjawaban.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X