• Minggu, 27 November 2022

Pemilu 2024 dan Pendidikan Politik Kaum Milenial

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:22 WIB
Arie Muhyiddin, S.H., M.H., Ketua Gerakan Pemuda Al-Washliyah Kota Palembang (dok. Istimewa)
Arie Muhyiddin, S.H., M.H., Ketua Gerakan Pemuda Al-Washliyah Kota Palembang (dok. Istimewa)

KLIKANGGARAN -- Pemilu serentak 2024 masih terbilang lama, tapi berbagai lembaga survei sudah merilis nama-nama kandidat yang dinilai potensial menjadi calon presiden 2024.

Tentu, setiap ada perhelatan akbar seperti pilpres, pilkada ataupun pileg, pada umumnya masyarakat mengharapkan munculnya pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Memenangkan kontestasi Pemilu 2024 tentu bukan perkara mudah mengingat generasi milenial menjadi kelompok pemilih dengan proporsi terbesar.

Baca Juga: Pusat Pendidikan Khusus Organisasi Nirlaba Kaderisasi Kepemimpinan Gelar Dialog 'Kepemimpinan untuk Kemerdekaa

Karena itu, partai politik maupun masing-masing kandidat harus memiliki strategi jitu untuk menarik simpati generasi milenial sebagai pemilih yang tentu saja sangat berpengaruh terhadap hasil pemilu.

Survei BPS mencatat jumlah usia muda produktif (15-64 tahun) pada 2020 mencapai 191,08 juta jiwa atau sekitar 70,72% dari jumlah total penduduk Indonesia sebanyak 270,20 juta jiwa. Ini lebih tinggi dari angka Pemilu 2019, di mana setengah dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) terdiri dari pemilih muda (usia 17-40 tahun).

KPU mencatat, pada pemilu 2019, usia pemilih 21-30 sebanyak 42.843.792 orang, dan usia 31-40 tahun 43.407.156 orang. Jika jumlah ini ditambah pemilih usia 17-20 tahun, maka persentase pemilih muda yang terdiri dari generasi milenial (lahir tahun 1981-1999) dan generasi Z (lahir tahun 1997-2012) mencapai 50% (Koran Sulindo, 28/10/2021).

Baca Juga: Rayakan Kemerdekaan, UI Jalin Kolaborasi Pengembangan Industri Halal dengan KNEKS

Berdasarkan data tersebut, bisa dipastikan bahwa partai politik (parpol) berlomba-lomba untuk merebut suara kaum milenial. Generasi milenial dianggap menjadi penentu keberhasilan pemilu serentak nanti. Dengan kata lain, eksistensi kaum milenial tidak bisa dipandang sebelah mata.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keniscayaan Pemberantasan Peredaran Narkoba

Sabtu, 19 November 2022 | 20:20 WIB

Perubahan Pola Marketing

Jumat, 14 Oktober 2022 | 22:31 WIB

Napoleon Saja Dikalahkan Rusia, Apalagi...

Senin, 19 September 2022 | 21:38 WIB

Pesantren, Pseudo Pesantren, dan Tantangannya

Jumat, 16 September 2022 | 21:26 WIB

Cara Menghadirkan Sebanyak Mungkin Polisi di Lapangan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:07 WIB

Pemilu 2024 dan Pendidikan Politik Kaum Milenial

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:22 WIB

Refleksi Hari Kemerdekaan, Kaum Muda Bisa Apa?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:38 WIB

SATGASSUS

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:45 WIB
X