• Minggu, 27 November 2022

Refleksi Hari Kemerdekaan, Kaum Muda Bisa Apa?

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:38 WIB
Arie Muhyiddin, S.H., M.H., Ketua Gerakan Pemuda Al-Washliyah Kota Palembang (dok. Istimewa)
Arie Muhyiddin, S.H., M.H., Ketua Gerakan Pemuda Al-Washliyah Kota Palembang (dok. Istimewa)

KLIKANGGARAN -- Kita patut bersyukur karena dipertemukan kembali dengan Hari Kemerdekaan RI di mana tahun ini sudah berusia 77 tahun. Setiap tahun kita memperingati hari kemerdekaan negeri ini dari kolonialisme dan imperialisme. Lantas, makna apa yang bisa dipetik dari peringatan kemerdekaan ini? Jangan sampai peringatan hari kemerdekaan ini sekadar rutinitas tahunan yang hampa makna.

Kemerdekaan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 menandakan bahwa secara politis Indonesia memang telah merdeka. Namun, seiring berjalannya waktu kita masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kemiskinan, kebodohan, korupsi dan ketidakadilan yang masih terjadi di republik ini.

Persoalan kemiskinan, misalnya, di mana jumlahnya hingga saat ini masih cukup tinggi. Berdasarkan data Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), tingkat kemiskinan Indonesia pada 2022 melonjak menjadi 10,81 persen atau setara 29,3 juta penduduk.

Baca Juga: Kembali Mencuat Isu LGBT di Balik Kasus Pembunuhan Brigadir Joshua, Siapa yang Dimaksud?

Kasus korupsi juga mengalami peningkatan signifikan. Indonesia Corruption Watch (ICW) mencatat ada 533 penindakan kasus korupsi yang dilakukan aparat penegak hukum (APH) sepanjang 2021. Dari seluruh kasus tersebut, total potensi kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp29,4 triliun. Jumlah kasus korupsi yang berhasil ditindak APH pada 2021 lebih banyak dari tahun sebelumnya, dan cenderung fluktuatif dalam lima tahun terakhir (Katadata.co.id, 19/4/2022).

Berbagai persoalan tersebut harus menjadi perhatian semua pihak terutama pemerintah. Oleh karena itu, semangat juang para pendiri bangsa ini perlu dilanjutkan untuk mengukuhkan kembali kesadaran terhadap tujuan kemerdekaan dengan melawan berbagai ketidakadilan yang sering kali terjadi di tengah-tengah kita.

Peran Kaum Muda

Azyumardi Azra dalam Menjaga Indonesia (2020) menyatakan, tujuh belas Agustus adalah masa yang paling tepat untuk merenungkan kembali perjalanan bangsa ini. Masa lampau tidak mungkin kembali. Karena itu, tidak sepatutnya kita terus merindukan masa lampau. Sikap paling bijak adalah belajar dan mengambil hikmah dari masa silam dan dengan kepala tegak menghadapi masa depan dengan kesediaan memperbaiki kesalahan-kesalahan dan menumbuhkan semangat menyongsong hari-hari esok.

Dalam konteks itulah kaum muda harus tampil dan berkontribusi untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan dan mempertahankan kedaulatan bangsa. Untuk mewujudkan itu semua tentu akan menghadapi banyak rintangan, dan bahkan ancaman. Kehadiran kaum muda sangat ditunggu mengingat bangsa ini dihadapkan dengan banyak persoalan, mulai persoalan radikalisme, ujaran kebencian, dan meningkatnya berita hoaks di ruang digital. Beberapa persoalan ini menjadi tantangan sekaligus ancaman yang bisa mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keniscayaan Pemberantasan Peredaran Narkoba

Sabtu, 19 November 2022 | 20:20 WIB

Perubahan Pola Marketing

Jumat, 14 Oktober 2022 | 22:31 WIB

Napoleon Saja Dikalahkan Rusia, Apalagi...

Senin, 19 September 2022 | 21:38 WIB

Pesantren, Pseudo Pesantren, dan Tantangannya

Jumat, 16 September 2022 | 21:26 WIB

Cara Menghadirkan Sebanyak Mungkin Polisi di Lapangan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:07 WIB

Pemilu 2024 dan Pendidikan Politik Kaum Milenial

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:22 WIB

Refleksi Hari Kemerdekaan, Kaum Muda Bisa Apa?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:38 WIB

SATGASSUS

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:45 WIB
X