• Selasa, 24 Mei 2022

Filosofi 'Brotherhood' di Kapal, Kesetiakawanan Pelaut Tergerus di Darat Karena 'Zombie' Kekuasaan

- Senin, 27 Desember 2021 | 13:04 WIB
Filosofi 'Brotherhood' pelaut di kapal tergerus di darat (Dok.klikanggaran.com/TeddyS)
Filosofi 'Brotherhood' pelaut di kapal tergerus di darat (Dok.klikanggaran.com/TeddyS)

KLIKANGGARAN - Perayaan hari Natal 25 Desember 2021, di posko Komunitas Pelaut Senior di Markas YAKE Jl. Raya Jatinegara Timur No. 61-65 Balimester, Jatinegara, Jakarta Timur 13310 menyampaikan ucapan "Selamat Natal" kepada para sahabat pelaut Indonesia di mana saja berada yang merayakannya.

Dalam "Kasih dan Damai" yang senantiasa menyertai setiap perayaan hari Natal, serta yang senantiasa mengharapkan "Persaudaraan Dalam Kehidupan Kebangsaan". Komunitas Pelaut Senior merasa ada sesuatu yang hilang jika dalam kehidupan sehari-hari saat para sahabat pelaut berada didarat berkumpul dengan keluarganya.

Jika kita berada diatas kapal dengan crew kapal dari berbagai bangsa seperti jika kita bekerja di kapal-kapal pesiar asing di luar negeri, filosofi "Brotherhood" begitu kental, kuat dan dengan disertai perasaan kasih, damai serta rasa persaudaraan yang senasib dan sepenanggungan. Itu realita yang tercermin dalam kehidupan kaum pelaut dimana saja di dunia.

Sayangnya ketika kita off karena habis kontrak dan menunggu penempatan kembali yang juga tidak pernah tahu Jedah waktunya, pergaulan persahabatan kita yang senasib dan sepenanggungan jika ada dikapal terkesan tergerus banyak beban hidup yang harus survive. Sehingga filosofi "Brotherhood" terkesan buyar jika kita bertemu yang sebenarnya saling dimaklumi.

Baca Juga: Lesti Kejora Melahirkan secara Cesar, Rizky Billar Tulis Puisi untuk Anaknya, Isinya Penuh Kebahagiaan

Manakala dalam kondisi yang surutnya filosofi "Brotherhood" saat ada di darat apalagi bagi Komunitas Pelaut Senior yang sudah purnalayar, sangat merasakan suasana kebatinan yang tidak lagi seharmonis sewaktu kita sama-sama sekapal.

Apalagi jika kita mengerti dan memahami pentingnya hidup berkumpul dan berserikat dalam ikatan sesama pelaut, kita rasakan masih banyak kekurangannya.

Biar organisasi serikat pekerja dibentuk dari, oleh, dan untuk pelaut Indonesia sendiri. Biar sifat organisasi serikat pekerja profesi pelaut itu bersifat bebas, terbuka, mandiri, demokratis, dan bertanggungjawab.

Biar tujuan idealnya memberikan perlindungan, pembelaan hak dan kepentingan, serta peningkatan kesejahteraan pelaut dan keluarganya.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dilema Puan Menjadi Presiden

Kamis, 21 April 2022 | 04:39 WIB

Kios SIAPkerja (Kasus BPVP Kabupaten Sidoarjo)

Rabu, 13 April 2022 | 13:33 WIB

Konsep Frasa Crazy Rich dan Orang Kaya

Selasa, 29 Maret 2022 | 16:48 WIB

Mandalika dan Penciptaan Lapangan Kerja

Selasa, 29 Maret 2022 | 13:06 WIB

Berkawan Akrab dengan Kehilangan

Rabu, 23 Maret 2022 | 08:14 WIB
X