• Kamis, 9 Desember 2021

Pemahaman Hukum Maritim bagi Pelaut Sangat Penting, Kata Capt Hakeng, Pelaut Harus Profesional

- Minggu, 19 September 2021 | 21:58 WIB
Kata Capt Hakeng, Pelaut Harus Profesional (Dok.klikanggaran.com/AKKMI)
Kata Capt Hakeng, Pelaut Harus Profesional (Dok.klikanggaran.com/AKKMI)

Jakarta, Klikanggaran.com - Dengan wilayah kerja di lautan dan lintas negara pelaut dapat disebut sebagai profesi yang sangat luar biasa. Karena itulah kualifikasi seorang pelaut dituntut untuk mempunyai keahlian dan keterampilan berstandar internasional. Hal itu sesuai dengan konvensi Standard of Training Certification and Watchkeeping (STCW) Amandemen Manila 2010 yang dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO), Minggu, 19 September 2021.

Menurut pengamat Keselamatan dan Keamanan Maritim di Indonesia, Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa SSiT., M. Mar, di atas kapal sebagai lokasi kerja harus didukung dan dilindungi. Selain itu harus dipastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan bagi seluruh Crew Kapal. Hal tersebut dipandang perlu mengingat dalam jangka waktu lama pelaut akan berada di atas kapal.

Salah satu pengurus Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI) ini juga mengatakan, sebelum berangkat berlayar, para pelaut memulai dengan menandatangani sebuah kontrak perjanjian yang disebut Perjanjian Kerja Laut (PKL) yang merupakan Kesepakatan Kerja Bersama (KKB).

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya, Tidak Sesuai Kontrak Nih, Pekerjaan di Kecamatan Cipedes

Perjanjian tersebut penting untuk melindungi keselamatan dan hak para pelaut, sehingga andaikan terjadi perselisihan harusnya dapat diselesaikan terlebih dahulu secara musyawarah untuk mencapai mufakat di atas kapal.

Karena itulah, Capt Hakeng menyesalkan dengan terjadinya peristiwa yang kembali melibatkan Pelaut Indonesia yang baku hantam di atas kapal berbendera asing di luar negeri awal September lalu.

Kasus semakin bertambah parah dengan pelaut tersebut memilih menyelesaikan permasalahan di darat (mencoba melakukan visum atas tindak kekerasan yang dialaminya), tapi patut diduga tanpa sepengetahuan dari nahkoda kapal, yang dibuktikan dengan yang bersangkutan turun tanpa Dokumen Imigrasi seperti Paspor dan Buku Pelaut yang diwajibkan bagi seorang pelaut ketika hendak turun ke darat di negara lain.

Baca Juga: Gara-gara Tak Punya Aplikasi Ini, Nyaris Gagal Beli Sembako

"Bukan penyelesaian secara damai yang didapat, malahan pelaut tersebut justru ditangkap oleh pihak berwajib di India karena kedapatan tidak membawa paspor saat melapor," katanya.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hari Anti Korupsi Sedunia dan Pesan Menteri Agama

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:03 WIB
X