• Rabu, 29 Juni 2022

Ini Harapan Pelaut Senior Terkait Visi Poros Maritim Presiden Jokowi

- Rabu, 23 Mei 2018 | 21:58 WIB
images_berita_2018_Apr_IMG-20180524-WA0015
images_berita_2018_Apr_IMG-20180524-WA0015

Jakarta, Klikanggaran.com (24-05-2018) - Dalam konstitusi negara di pasal 27 UUD 1945 mengamanatkan setiap warga negara bebas berkumpul dan berserikat menyampaikan pendapat berdasarkan undang-undang. Komunitas Pelaut Senior yang bermarkas di bilangan Jatinegara Jakarta Timur berharap, pelaut Indonesia sebagai tenaga kerja profesional untuk tetap memelihara persatuan dan kebersatuannya.

"Bersatu kita kuat," kata Hasoloan Siregar (Solo) dalam rilisnya kepada pers, Rabu (23/5/2018).

Harapan untuk tetap bersatu ini guna mendukung visi Poros Maritim Dunia Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang di sisa masa baktinya mulai fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM), termasuk SDM Pelaut.

"Jika kita, pelaut Indonesia, masih belum memperlihatkan kebersatuannya tentu akan tertinggal lagi," ujar Solo, mewakili dan atas nama komunitas Pelaut Senior.

Menurut Solo, pihaknya menyambut baik banyaknya organisasi kemasyarakatan (ormas) pelaut Indonesia yang terbentuk sebagai buah hasil iklim demokrasi yang tumbuh subur di negara kita ini.

Namun, Solo menyayangkan, di tengah banyaknya ormas milik pelaut, nampaknya masih belum menaruh perhatiannya untuk menjalin kebersatuannya. Masing-masing diduga memperjuangkan agenda atau programnya sendiri-sendiri, yang dinilai hanya mengandalkan sikap mencari 'pembenaran', bukan memperjuangkan 'kebenaran'.

"Menjadi wajar jika kekuatan pelaut Indonesia belum nampak solid," ucap Solo.

Solo yang aktivis KAPPI Angkatan 1966 Rayon Pasgab Jakarta ini, memiliki penilaian, yang kurang diperhatikan oleh pelaut Indonesia adalah makin tidak pedulinya untuk menyelamatkan organisasi serikat pekerjanya yang bernama Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI). Yaitu sebagai Rumah Besar Pelaut Indonesia yang didirikan sejak tahun 1966 saat masih bernama PPI (Persatuan Pelaut Indonesia).

Berulangkali diharapkan agar KPI diselamatkan dari para pengurusnya, yaitu Pengurus Pusat (PP) KPI yang salah urus sejak tahun 2001.

Halaman:

Editor: Kit Rose

Terkini

Minyak Mentah Rusia Lebih Banyak Diimpor Uni Eropa

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:40 WIB
X