• Rabu, 1 Desember 2021

Masyarakat Tidak Makan Aspal, Apakah APBN Pro Rakyat? Kenapa Banyak Dibangun Jalan Tol?

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 06:55 WIB
Pembangunan Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang terkoneksi dengan Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) dan Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) (IG/@kemenpupr)
Pembangunan Tol Akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang terkoneksi dengan Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) dan Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) (IG/@kemenpupr)

KLIKANGGARAN-- Ada semacam pertanyaan monohok yang acap kali dilontarkan oleh masyarakat yang terkait belanja modal atau realisasi APBN/APBD sebagian besar untuk proyek-proyek infrastruktur.

Maklum saja, pada faktanya anggaran pada APBN/APBD di suatu daerah masih banyak tersedot pada pengerjaan proyek-proyek pemerintah, seperti jalan Tol, jalan provinsi/ kabupaten, jembatan, bendungan dan konstruksi lainnya.

Apalagi, di pemerintahan Jokowi, tengah gencar-gencarnya melakukan pembangunan infrastruktur seperti jalan Tol dan jalan nasional hingga ke Papua. Pembangunan proyek-proyek infrastruktur itu tentu akan menyedot anggaran APBN dalam persentase yang cukup besar.

Baca Juga: Bripka Ambarita Dimutasi, Warga Jakarta Timur Mengucapkan Terima Kasih Atas Jasa Bripka Ambarita

Di tahun 2021 ini saja misalnya, Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur tahun 2021 pada APBN sebesar Rp417,8 triliun. Kebijakan pembangunan infrastruktur tahun 2021 merupakan pembangunan berkelanjutan pasca pandemi Covid-19 dengan penguatan infrastruktur digital dan mendorong efisiensi logistik dan konektivitas.

Apakah APBN Pro-Rakyat? Kalau APBN Pro-Rakyat mengapa yang banyak dibangun Infrastruktur seperti Jalan Tol?

Melansir situs Kementerian Keuangan, pilihan membangun infrastruktur sebagai prioritas anggaran setidaknya memiliki beberapa alasan, seperti infrastruktur merupakan prasyarat bagi pembangunan Indonesia, dia sangat dibutuhkan mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang setiap potensi bangsa tersebar di masing-masing pulau tersebut.

Baca Juga: Kado Pahit HUT Partai Golkar, Kadernya Kembali di OTT KPK, Kini Giliran Bupati Kuansing

Infrastruktur konektivitas akan menghubungkan setiap potensi bangsa itu agar menjadi nilai tambah. Infrastruktur konektivitas ditambah dengan infrastruktur energi yang merata akan meningkatkan produktivitas bangsa, selain akan menurunkan biaya logistik antar wilayah, juga akan memeratakan proses industrialisasi dan penyebaran aktivitas ekonomi di seluruh wilayah Indonesia sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pentingnya Perencanaan Tenaga Kerja di Perusahaan

Jumat, 19 November 2021 | 18:32 WIB

Mengenali Penyakit-Penyakit Batin

Sabtu, 6 November 2021 | 13:45 WIB

Menyamakan Editor dengan Polisi Saltik: Anda Waras?

Selasa, 2 November 2021 | 15:57 WIB

Keikutsertaan Lendir dalam Sebuah Karya Sastra

Selasa, 2 November 2021 | 12:24 WIB

Revolusi Bahasa

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 15:57 WIB

Jangan Meletakkan Kebahagiaan di Mulut Orang

Jumat, 29 Oktober 2021 | 14:03 WIB

Makna Sumpah Pemuda buat Pejabat

Jumat, 29 Oktober 2021 | 06:26 WIB

Makna Sumpah Pemuda buat Milenial Kekinian

Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:39 WIB

MBOK GINAH, LEO KRISTI DAN YEHUDI MENUHIN (2)

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:27 WIB
X