• Selasa, 29 November 2022

Program Perluasan Kesempatan Kerja, Tenaga Kerja Mandiri

- Rabu, 13 April 2022 | 14:02 WIB
Rasmini, SE., MM (Dok. Istimewa)
Rasmini, SE., MM (Dok. Istimewa)

 

Latar Belakang

Dari berbagai masalah ketenagakerjaan, jumlah penganggur yang banyak merupakan salah satu masalah yang tidak pernah selesai dihadapi bangsa ini. Penyebabnya tentu saja banyak, namun secara umum pengangguran terjadi karena persediaan (supply) lebih besar dari permintaan (demand). Dalam teori ekonomi ketenagakerjaan selisih antara persediaan dan permintaan adalah penganggur. Persediaan disebabkan laju pertumbuhan angkatan kerja yang tinggi. Setiap tahun tidak kurang terdapat pertambahan sekitar 2 juta angkatan kerja baru. Kondisi ini belum ditambahan dengan angkatan kerja (penganggur) tahun sebelumnya, sehingga jumlah angkatan kerja menjadi banyak. Kondisi ini tidak diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja baru. Para pakar mengatakan setiap pertumbuhan ekonomi 1 persen dapat menciptakan sekitar 400 ribu lapangan kerja baru. Oleh karena itu pemerintah selalu mengupayakan  pertumbuhan ekonomi nasional tidak kurang dari 5 persen, sehingga paling tidak dapat menciptakan 2 juta lapangan kerja baru.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, secara ekonomi selisih antara persediaan dan permintaan atau antara, angkatan kerja dan lapangan kerja baru setiap tahun harus diperkecil. Namun teori yang mengatakan setiap pertumbuhan ekonomi 1 persen akan menciptakan lapangan kerja sekitar 400 ribu saat ini sudah kurang relevan. Kemajuan teknologi yang bersifat robotik, menyebabkan banyak jenis pekerjaan yang dulunya dilakukan oleh manusia, saat ini dilakukan oleh robot. Artinya lapangan kerja yang tersedia yang seharusnya diisi oleh manusia, sekarang diisi oleh robot. Dengan kata lain pertumbuhan ekonomi saat ini lebih bersifat padat modal ketimbang padat karya.

Solusi penciptaan lapangan kerja yang digalakkan oleh pemerintah mau tidak mau harus bersifat padat karya. Pengalaman juga membuktikan ketika terjadi krisis ekonomi di era tahun 1998, justeru usaha mikro dan kecil lebih kuat mengahadapi terpaan badai krisis ketimbang usaha skala menengah dan besar. Oleh karena itu Kementerian Ketenagakerjaan terus berupaya bagaimana caranya mengurangi pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja berskala mikro dan kecil serta bersifat informal melalui berbagai program perluasan kesempatan kerja. Kondisi ini sejalan dengan peta demografi ketenagakerjaan, dimana lebih dari 45 persen angkatan kerja berpendidikan SLTP ke bawah. Artinya keterampilan yang dimiliki tidak terlalu tinggi dan itu sesuai dengan program-program yang ada dimana dalam implementasinya tidak mensyaratkan pendidikan yang tinggi.       

 Baca Juga: Kios SIAPkerja (Kasus BPVP Kabupaten Sidoarjo)

Wirausaha Baru

Berbicara tentang membangun suatu usaha atau berwirausaha, banyak orang yang salah pada langkah awalnya. Kesalahan yang utama adalah kurang fokus. Artinya banyak orang fokus hanya pada hal-hal sifatnya teknis tapi kurang pada hal yang jauh lebih penting yaitu motivasi. Motivasi sangat dibutuhkan bagi pemula usaha. Motivasi merupakan dorongan untuk mencapai tujuan tertentu. Dorongan dapat berujud antusiasme, harapan, dan semangat pantang menyerah. Dengan motivasi yang kuat, tidak ada rasa takut gagal karena bagi mereka kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda. Hal-hal yang sifatnya teknis seperti kurang modal, kurang pemasaran, masalah managemen dan lain sebagainya, semuanya itu dapat dicarikan solusi. Namun apabila tidak tertanam motivasi yang kuat maka kegagalan awal akan berakibat fatal yaitu akan berhentinya usaha yang telah mulai dirintisnya. Untuk menjadi seorang wirausaha harus mempunyai motto: hal-hal yang bersifat teknis dapat dicarikan solusi, bahkan keahlian yang tidak dimilikinyapun dapat dibeli, namun motivasi, cita-cita dan semangat tidak bisa dibeli.

Ahmadi Amrun, menjelaskan bahwa dalam memulai suatu usaha, terdapat beberapa hal yang harus diperhatiakan, diantaranya:

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keniscayaan Pemberantasan Peredaran Narkoba

Sabtu, 19 November 2022 | 20:20 WIB

Perubahan Pola Marketing

Jumat, 14 Oktober 2022 | 22:31 WIB

Napoleon Saja Dikalahkan Rusia, Apalagi...

Senin, 19 September 2022 | 21:38 WIB

Pesantren, Pseudo Pesantren, dan Tantangannya

Jumat, 16 September 2022 | 21:26 WIB

Cara Menghadirkan Sebanyak Mungkin Polisi di Lapangan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:07 WIB

Pemilu 2024 dan Pendidikan Politik Kaum Milenial

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:22 WIB

Refleksi Hari Kemerdekaan, Kaum Muda Bisa Apa?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:38 WIB

SATGASSUS

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:45 WIB
X