• Selasa, 24 Mei 2022

Relasi Sinergis Nahdlatul Ulama-Partai Gerindra

- Minggu, 19 Desember 2021 | 12:42 WIB
Relasi Sinergis Nahdlatul Ulama-Partai Gerindra (Dok.Twitter.com/@nahdlatululama)
Relasi Sinergis Nahdlatul Ulama-Partai Gerindra (Dok.Twitter.com/@nahdlatululama)

KLIKANGGARAN - Relasi Nahdlatul Ulama (NU) dengan politik mengalami pasang surut. Kiprah NU dalam politik dan negara, terbingkai dan terpola secara kuat. Kuatnya kiptah NU di jagad politik Indonesia, setidaknya bertumpu pada tiga hal.

Tiga hal itu adalah: pertama, landasan teologis yang menjadi basic teoritik dan road mapp gerakan dan garis perjuangan NU. Kedua, pengalaman panjang jatuh bangun mengawal perjalan bangsa. Ketiga, sumber daya kader yang melimpah.

Artikel berikut mencoba memanfaatkan tiga keunggulan NU dalam bernegara ini, sebagai basis reasoning untuk meretas jalan baru relasi NU dengan partai politik (Parpol), utamanya Partai Gerindra.

Titik Temu dan Sinergitas Politik NU dengan Partai Gerindra

Sekilas tampak agak memaksakan mengaitkan relasi NU dengan Parta Gerindra. Tetapi jika dicermati, sejatinya praktek dan kiprah politik hamper dua dekade Partai Gerindra berdiri, bisa disebut sejalan bahkan dalam banyak hal, telah dan tengah memainkan sebagai “alat perjuangan” NU di ranah politik.

Baca Juga: Atas Kejadian Ini, eSPeKaPe Ingatkan DPP Jangan Berlaku Dzolim pada Pensiunan Pertamina

Peran politik Partai Gerindra, pada sejumlah hal menguatkan hal ini (perjuangan politik NU). Berikut adalah sederet faktanya: jika NU adalah pelopor nasionalisme santri (Islam), Partai Gerindra adalah (terutama mewujud dalam sosok pendirinya, Prabowo Subianto) pilar utama nasionalisme berbasis horeisme. Juga, dari sekian Ketua Umum Partai Politik beraliran nasionalis, Prabowo-lah satu-satunya yang paling dekat dengan para kyai dan ulama.

Sementara secara struktur, Partai Gerindra memberikan sejumlah posisi strategis kepada kader-kader NU, di jajaran kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD Provinsi), dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD Kab/kota) Partai Gerindra.

Gagasan dan perjuangan besar Partai Gerindra untuk membangun kemandirian bangsa sekaligus menggelorakan heroism-nasionalisme Indonesia, in line dengan tujuan berdirinya NU. Jargon yang dikibarkan NU “hubbul wathon minal iman”, cinta tanah air adalah bagian inti keimanan, sejalan dengan patriotism nasionalisme yang didengungkan Partai Gerindra.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dilema Puan Menjadi Presiden

Kamis, 21 April 2022 | 04:39 WIB

Kios SIAPkerja (Kasus BPVP Kabupaten Sidoarjo)

Rabu, 13 April 2022 | 13:33 WIB

Konsep Frasa Crazy Rich dan Orang Kaya

Selasa, 29 Maret 2022 | 16:48 WIB

Mandalika dan Penciptaan Lapangan Kerja

Selasa, 29 Maret 2022 | 13:06 WIB

Berkawan Akrab dengan Kehilangan

Rabu, 23 Maret 2022 | 08:14 WIB
X