• Minggu, 5 Desember 2021

Kibaran Bendera Israel dan Palestina di Muktamar NU Lampung

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:45 WIB
Pelang nama PBNU di Jalan Kramat Raya (dok. Ist)
Pelang nama PBNU di Jalan Kramat Raya (dok. Ist)


KLIKANGGARAN-- Alhamdulillah muktamar NU ke-34 jadi dilaksanakan 23-25 Desember 2021, di Lampung. Setelah kegiatan ini mundur satu tahun dari rencana semula karena wabah Covid 19.

Pelaksanaan muktamar NU ini ngeri-ngeri sedap karena bukan hanya diselenggarakan masih dalam suasana Pandemi covid yang masih menghantui kita, tetapi juga diwarnai dengan "isu" rencana kucuran 'gizi' dari Israel. Apakah Covid 19 ini sudah benar-benar pergi atau cuma surut ngatur strategi untuk kemudian menyerang kembali.

Mendekati hari-H pelaksanaan muktamar NU, beredar isu-isu bermunculan. Ada dua kandidat Ketua Umum Tanfidiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang sudah menyatakan siap maju.

Dua kandidat yang akan maju sebagai calon Ketum PBNU pada Mukatamar NU ke-34 di Lampung itu adalah Prof. DR. KH. Said Aqil Siroj yang menjabat sebagai Ketua Umum Tanfidiyah PBNU dan KH. Yahya Cholil Staquf yang menjabat Katib Aam. Kabarnya kedua kandidat itu sama sama kuat. Sama sama punya pedukung, sama sama punya program yang tepat untuk Nahdlatul Ulama 5 (lima) tahun kedepan.

Baca Juga: Amerika Bersemangat Berperang untuk Taiwan, tapi Rakyat Taiwan Sendiri Enggan Mati Bertempur dengan China

Dari isu pertama yang menyebar di media Yahya Staquf punya kedekatan dengan Israel. Karena pernah ke Israel dan bertemu dengan Pimpinan Israel. Kalau Yahya jadi Ketua Umum PBNU dikabarkan akan membuka hubungan dengan Israel.

Seperti yang kita tau Israel adalah musuh bebuyutan masyarakat muslim Indonesia, termasuk musuh masyarakat NU. Apakah warga NU bisa menerima? sementara K.H. Abdurraham Wahid atau Gus Dur yang ulung dalam berpolitik pernah melontarkan gagasan ini di tolak mentah mentah oleh masyarakat Indonesia. Bahkan Gus Dur sempat dikatakan oleh lawan politiknya sebagai antek Zionis.

Sementara Kiyai Said tetap konsisten mempejuangkan kemerdekaan Rakyat Palestina seperti yang di tegaskan dalam konfrensi pers bersama duta besar Palestina. Menurut kiyai Said, Palestina yang pertama kali mengakui Indonesia merdeka, maka sudah selayaknya Indonesia juga mengupayakan Palestina merdeka.

Baca Juga: Yuk ke Museum Sumpah Pemuda, Ketahui Dulu Sejarah dan Lokasinya!

Isu masing-masing kandidat ini sangat bertolak belakang walaupun gagasan Yahya dianggap jalan pintas untuk dapat membujuk Israel melepaskan Palestina.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pentingnya Perencanaan Tenaga Kerja di Perusahaan

Jumat, 19 November 2021 | 18:32 WIB

Mengenali Penyakit-Penyakit Batin

Sabtu, 6 November 2021 | 13:45 WIB

Menyamakan Editor dengan Polisi Saltik: Anda Waras?

Selasa, 2 November 2021 | 15:57 WIB

Keikutsertaan Lendir dalam Sebuah Karya Sastra

Selasa, 2 November 2021 | 12:24 WIB

Revolusi Bahasa

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 15:57 WIB

Jangan Meletakkan Kebahagiaan di Mulut Orang

Jumat, 29 Oktober 2021 | 14:03 WIB

Makna Sumpah Pemuda buat Pejabat

Jumat, 29 Oktober 2021 | 06:26 WIB

Makna Sumpah Pemuda buat Milenial Kekinian

Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:39 WIB

MBOK GINAH, LEO KRISTI DAN YEHUDI MENUHIN (2)

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:27 WIB
X