• Jumat, 20 Mei 2022

Kata Kuntowijoyo, (Laki-Laki) 'Dilarang Mencintai Bunga-Bunga', ketika Ayah Menjadi Pusat Hidup

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:26 WIB
Ilustrasi: seorang anak (dok Sri Puspa O)
Ilustrasi: seorang anak (dok Sri Puspa O)


Bekasi, Klikanggaran.com-- Cerpen 'Dilarang Mencintai Bunga-Bunga karya Kuntowijaya' adalah cerpen yang bertema tradisional pada zamannya.

Cerpen 'Dilarang Mencintai Bunga-Bunga karya Kuntowijaya' ini menggambarkan paradigma yang telah terbentuk sesuai pakem-pakem yang berkembang pada zaman dulu.

Dalam cerpen 'Dilarang Mencintai Bunga-Bunga karya Kuntowijaya', seorang laki-laki harus bekerja, yang makna bekerjanya merujuk pada pekerjaan fisik.

Baca Juga: Jokowi Dibilang Jenius oleh Profesor Luar Negeri, Rocky Gerung pun Meradang, Kita Harus Malu, Lho?

Pun seorang anak harus mewarisi latar belakang ayahnya tanpa tedeng aling-aling, anak harus sama dengan profesi ayahnya.

Seorang ayah yang mungkin digambarkan sebagai seseorang yang kehilangan banyak kelembutan sehingga hanya menjadi figure otoriter untuk anaknya.

Sementara itu, seorang ibu adalah figur penetral dalam sebuah keluarga. Seorang wanita yang hanya akan manut dengan keputusan suaminya.

Baca Juga: The Genius of Jokowi, Profesor Univeristas Nomor 98 Dunia Itu Menyanjung Jokowi, Sementara di Sini? Tahu kan?

Cerpen ini, menurut saya, tidak berhenti hanya dalam ranah kritik sosial pada kaum Weberian atau kaum kapitalis.

Lebih dari itu, saya menangkap pesan lain dari cerpen ini. Mungkin saya akan memandang dari sudut religiusitas.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dilema Puan Menjadi Presiden

Kamis, 21 April 2022 | 04:39 WIB

Kios SIAPkerja (Kasus BPVP Kabupaten Sidoarjo)

Rabu, 13 April 2022 | 13:33 WIB

Konsep Frasa Crazy Rich dan Orang Kaya

Selasa, 29 Maret 2022 | 16:48 WIB

Mandalika dan Penciptaan Lapangan Kerja

Selasa, 29 Maret 2022 | 13:06 WIB

Berkawan Akrab dengan Kehilangan

Rabu, 23 Maret 2022 | 08:14 WIB
X