• Senin, 15 Agustus 2022

Pelangiku untuk Gaza

- Selasa, 21 September 2021 | 08:22 WIB
Ilustrasi: Pelangiku untuk Gaza (Pixabay/hosny_salah)
Ilustrasi: Pelangiku untuk Gaza (Pixabay/hosny_salah)


Aku melepas keberangkatan Gita, calon istriku, di bandara. Kami sama-sama menangis, walau dengan alasan yang berbeda. Aku menangis karena kami akan berpisah untuk waktu yang entah. Sementara Gita, menangisi keikhlasanku yang memberinya izin untuk menjadi sukarelawan di Gaza.

Sesungguhnya aku mengutuk adanya pandemi ini. Benar-benar mengacaukan segalanya. Seharusnya, tahun ini kami akan melangsungkan pernikahan. Persiapan perhelatan besar yang menjadi impian Gita sudah 90% selesai. Aku mempercayakan sebuah Wedding Organizer yang cukup ternama untuk mengurus semuanya. Jasa mereka sudah kulunasi dari uang tabunganku selama bekerja menjadi konsultan pajak. Aku benar-benar ingin Gita bangga karena sudah memilihku. Namun, semua harus tertunda untuk batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Pihak pemerintah Indonesia menjembatani kepeduliannya pada anak-anak dan itu yang membuatnya semakin merasa terpanggil untuk berangkat ke Gaza.

*
Dengan begitu mudah Gita bisa melewati perairan menuju Gaza walau rasanya sulit dicerna dengan logika. Area itu sudah diblokade sejak beberapa tahun terakhir, pembatasan tambahan juga diberlakukan untuk mengatasi penyebaran virus Corona. Jangankan sukarelawan asing, penduduk asli saja sepertinya sangat sulit mengaksesnya.

Memantau perkembangan tentang Gaza di tengah-tengah jam kerja melalui internet menjadi rutinitas wajibku semenjak Gita berada di sana. Sudah 6 bulan kami terpisah dan angka penyebaran virus Corona yang melonjak tajam membuatku semakin mengkhawatirkan keadaannya.

Baca Juga: Shah Abbas I: Raja Kelima Dinasti Safawi Iran

Sesungguhnya ini bukan kali pertama kami berhubungan jarak jauh. Dulu, Gita pun mengenyam pendidikan di Singapore dan aku di Jakarta. Tapi situasinya jauh berbeda, keadaan di Gaza tidak seaman di Singapore atau Jakarta. Aksi serangan di antara kedua kubu semakin menggila. Rudal-rudal dilepaskan Hamas ke Israel, begitu pun sebaliknya. Aku tak sanggup membayangkan bagaimana jika Gita menjadi salah satu korbannya. Bagaimana dengan rencana kebahagiaan yang sudah kami impikan sejak 8 tahun yang lalu?

Aku melihat wajah kekasihku yang sumringah dari layar ponsel. Kami melakukan panggilan video. Dari senyumnya di balik masker aku tahu dia baik-baik saja dan semoga akan selalu baik-baik saja. Gita tinggal bersama sahabatnya, Ahhibat, yang dinikahi pria bernama Ilham seorang jurnalis asli Indonesia. Aku tak habis pikir mengapa Ilham tidak membawa istri dan anak-anak mereka untuk tinggal di Indonesia saja.

“Lalu, kapan kamu akan pulang? Aku takut kamu akhirnya jadi korban,” tanyaku di ujung percakapan setelah hampir satu jam mendengar rentetan cerita tentang anak-anak yang kini sangat menjadi pusat perhatiannya.

“Jika iya, itu sudah takdirku, Sayang,”

“Ringan sekali ucapanmu,” balasku cepat.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi : Menjadi Kartini

Kamis, 21 April 2022 | 07:18 WIB

Fabel : Kisah Amora, Ayam yang Belajar Ikhlas

Kamis, 7 April 2022 | 07:39 WIB

CERPEN: Aku Tunggu di Hotel Sekarang!

Minggu, 13 Maret 2022 | 07:47 WIB

CERPEN: Aku Kehilangan Diriku Sendiri

Selasa, 1 Maret 2022 | 14:44 WIB

CERPEN: Taman Langit

Selasa, 1 Maret 2022 | 10:46 WIB

Puisi Malam yang Sakit

Jumat, 28 Januari 2022 | 21:11 WIB

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB

Cerbung Kabut Pembatas Dua Dunia

Jumat, 17 Desember 2021 | 20:05 WIB

Cerbung: Tanda Cinta di Wajah Pias

Rabu, 15 Desember 2021 | 18:28 WIB

Cerbung: Wajah Pias dalam Pelukan

Selasa, 14 Desember 2021 | 21:26 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Hati Venerose

Kamis, 9 Desember 2021 | 18:06 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Antara Dua Hati

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:40 WIB

Puisi untuk Sahabat

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:52 WIB

Puisi: Aku Adalah

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:32 WIB

Puisi: Jeritan Malam

Minggu, 5 Desember 2021 | 22:31 WIB

Cerbung Samudra Ingin Kembali

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:28 WIB
X