• Jumat, 9 Desember 2022

NgeBimbel Itu Kereeen, Lho: Ketika Bimbel Menjadi Gaya Hidup

- Jumat, 24 September 2021 | 22:23 WIB
Salah satu cabang Bimbel Nurul Fikri (dok. Bimbel NF)
Salah satu cabang Bimbel Nurul Fikri (dok. Bimbel NF)

Siswa senang dengan belajar sehingga mau menambah jam pelajarannya di bimbel. Padahal, secara kemampuan akademik, anak tersebut sudah bagus.

Di Bimbel Nurul Fikri, salah satu bimbel terkemuka di Indonesia, misalnya, tidak sedikit siswa yang mengikuti bimbel adalah siswa-siswa berprestasi. Mereka mengikuti bimbel dengan rajin.

Artinya, mereka sungguh-sungguh dalam belajar meskipun prestasi di sekolah sudah baik. Bimbel sebagai gaya hidup ditunjukkan oleh fenomena ini. “Aku senang dengan belajar, makanya aku bimbel”. Itu mungkin yang ada di benak si anak.

Apakah ini sesuatu yang positif? Jelas, ini adalah sesuatu yang positif. Belajar sebagai gaya hidup adalah sesuatu yang memang harus ditanamkan pada diri anak didik.

Baca Juga: Video Viral Bocah SD Kayuh Styrofoam Seberanggi Sungai: Pemkab Mengucapkan Terima Kasih

Dengan begitu, mereka tidak bergantung pada sekolah saja. Di rumah, di bimbel, di tempat ibadah, di mana pun mereka berada, mereka bisa belajar.
Bimbel karena Teman Bimbel Juga

Alasan bimbel karena teman bimbel juga menunjukkan bahwa siswa tersebut menganggap bimbel sebagai sesuatu yang ngetren atau kekinian. “Temanku bimbel ya sudah aku juga bimbel”.

Bahkan, justru menjadi malu ketika dia tidak mengikuti bimbel. Memang agak kurang logis, tetapi faktanya ada fenomena seperti ini. Di kala siswa belajar karena disuruh-suruh orang tua, bahkan sampai dipaksa. Anak model seperti ini malah justru “menyuruh” orang tua mereka untuk menerima keinginannya mengikuti bimbel.

Apakah ini sesuatu yang positif? Jelas, ini pun positif. Berbeda dengan alasan siswa unggul yang mengikuti bimbel, fenomena ini justru lebih variatif dari sisi kondisi kemampuan siswanya yang mengikuti bimbel. Ada yang unggul. Ada yang sedang. Ada yang kurang. Mereka tertarik bimbel bukan karena semata-mata belajar, melainkan karena temannya senang belajar.

Baca Juga: Pentingnya Sosok Pembaca Pertama untuk Naskah Mentahmu

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keniscayaan Pemberantasan Peredaran Narkoba

Sabtu, 19 November 2022 | 20:20 WIB

Perubahan Pola Marketing

Jumat, 14 Oktober 2022 | 22:31 WIB

Napoleon Saja Dikalahkan Rusia, Apalagi...

Senin, 19 September 2022 | 21:38 WIB

Pesantren, Pseudo Pesantren, dan Tantangannya

Jumat, 16 September 2022 | 21:26 WIB

Cara Menghadirkan Sebanyak Mungkin Polisi di Lapangan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:07 WIB

Pemilu 2024 dan Pendidikan Politik Kaum Milenial

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:22 WIB

Refleksi Hari Kemerdekaan, Kaum Muda Bisa Apa?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:38 WIB

SATGASSUS

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:45 WIB
X