• Rabu, 29 Juni 2022

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

- Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB
Ilustrasi (Dodi Budiana)
Ilustrasi (Dodi Budiana)

Lepas dari prahara cinta dan perkara hukum, tidak lantas membuat kehidupannya membaik. Ia telah gagal menjadi sarjana, dan ia telanjur terkenal sebagai mantan narapidana. Karena itu, ia sulit menjalani kehidupan secara baik.

Ia selalu gagal mendapatkan perempuan pengganti untuk mantan kekasihnya, juga gagal untuk mendapatkan pekerjaan demi menyambung hidupnya.

Baca Juga: Luna Maya Sudah Lakukan Egg Freezing, Apaan tuh?

Waktu demi waktu, kepayahan dan kesengsaraan membuat warna hidupnya kelam. Ia tak lagi bisa berharap pada jalan hidup yang baik dan benar. Ia merasa hanya bisa melanjutkan hidup dengan menempuh jalan yang gelap. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk menjadi seorang pengedar narkotika sekian lama, sampai kemudian polisi menghancurkan sindikatnya.

Tetapi ia masih beruntung, sebab pembongkaran kasus itu hanya menyasar bandar dan para atasan sindikatnya. Ia pun lolos dari jeratan hukum dan tidak dibui lagi. Namun keputusannya menuju kediaman mantan kekasihnya pada malam yang mendebarkan itu, kembali membuatnya berada di dalam risiko untuk kembali dipenjara dengan hukuman yang lebih berat.

Sampai akhirnya, dengan mobil sewaan bernomor polisi palsu, ia pun membawa dirinya ke titik kemungkinan untuk melakukan perkerjaan paling bejat di dunia. Dengan wajah bertopeng di tengah malam tersebut, ia pun mendekati kediaman sang mantan yang berada di tepi kota itu, yang dikelilingi halaman yang luas dan tampak berjarak dari rumah yang lain.

Baca Juga: Di Layangan Putus, Aris Memanggil Kinan Saat Sakit, Apakah Aris Lebih Mencintai Kinan? Berikut Penjelasannya

Berbekal perhitungan yang matang berdasarkan hasil pengamatannya sehari sebelumnya, ia pun melangkah lebih lanjut. Dengan gerakan yang senyap dan terukur, ia lantas memanjat pagar dan memasuki halaman samping. Dan akhirnya, ia berhasil menggapai bangunan rumah dan mulai mencari-cari jalan masuk dengan sikap waspada

Tak lama kemudian, ia mendapati sebuah jendela yang tidak terkunci. Dengan hati-hati, ia lantas membukanya, kemudian menyusup ke dalam. Ia lalu menjelajahi ruangan untuk mencari keberadaan targetnya. Sesaat berselang, ia mendapati sebuah kamar dengan pintu yang tersingkap, dan ia pun melihat mantan kekasihnya di tengah cahaya lampu tidur yang remang.

Akhirnya, sampailah Bimo di dekat sang target. Tetapi tiba-tiba, atas bisikan nurani, ia terdiam saja sembari menatap wajah perempuan itu, hingga ia terkenang pada kisah mereka.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Cerpen

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi : Menjadi Kartini

Kamis, 21 April 2022 | 07:18 WIB

Fabel : Kisah Amora, Ayam yang Belajar Ikhlas

Kamis, 7 April 2022 | 07:39 WIB

CERPEN: Aku Tunggu di Hotel Sekarang!

Minggu, 13 Maret 2022 | 07:47 WIB

CERPEN: Aku Kehilangan Diriku Sendiri

Selasa, 1 Maret 2022 | 14:44 WIB

CERPEN: Taman Langit

Selasa, 1 Maret 2022 | 10:46 WIB

Puisi Malam yang Sakit

Jumat, 28 Januari 2022 | 21:11 WIB

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB

Cerbung Kabut Pembatas Dua Dunia

Jumat, 17 Desember 2021 | 20:05 WIB

Cerbung: Tanda Cinta di Wajah Pias

Rabu, 15 Desember 2021 | 18:28 WIB

Cerbung: Wajah Pias dalam Pelukan

Selasa, 14 Desember 2021 | 21:26 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Hati Venerose

Kamis, 9 Desember 2021 | 18:06 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Antara Dua Hati

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:40 WIB

Puisi untuk Sahabat

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:52 WIB

Puisi: Aku Adalah

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:32 WIB

Puisi: Jeritan Malam

Minggu, 5 Desember 2021 | 22:31 WIB

Cerbung Samudra Ingin Kembali

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:28 WIB
X