• Rabu, 29 Juni 2022

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

- Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB
Ilustrasi (Dodi Budiana)
Ilustrasi (Dodi Budiana)

Baca Juga: Menkopolhukam: Ada Oknum Pejabat Kemenkeu Palsukan Surat-Surat dan Aset Obligor BLBI, Bagaimana Sikap Satgas?

Bimo pun terkesiap.

"Katakanlah kalau kau memang tidak sanggup melakukannya," tagih Leo.

Bimo lekas menggeleng. "Aku sanggup. Percayakanlah kepadaku," katanya, dengan raut tenang dan meyakinkan.

Leo sontak tertawa senang. Ia lantas menepuk-nepuk pundak Bimo. "Baiklah. Tetapi Ingat, lakukanlah dengan sebaik-baiknya. Jangan meninggalkan jejak yang bisa membahayakan kita dan juga bos kita.”

Seakan tanpa keraguan lagi, Bimo pun mengangguk tegas. "Baiklah."
Dan akhirnya, dua hari yang lalu, pada malam setelah penyerahan tugas itu, Bimo pun pergi ke titik sasarannya.

Baca Juga: Pantau Harga Minyak Goreng, Kadis P2KUKM Luwu Utara Minta Warga Tidak Panik

Namun kebimbangan dan keraguan tetap saja menggerayanginya. Bagaimanapun, diam-diam, seseorang yang hendak ia bunuh adalah mantan kekasihnya sendiri. Sebab itulah, ia berpasrah saja pada kondisi emosinya kala berjumpa dengan sang mantan.

Ia berserah pada dua kemungkinan: apakah sakit hatinya akan membuat ia tega membunuh, ataukah sisa cintanya membuat ia sanggup mengurungkan niat.

Perpisahan dengan sang mantan, memang telah meninggalkan luka yang mendalam di hati Bimo. Ia seolah kehilangan harapan hidup. Masa depannya buram. Ia tak lagi berhasrat untuk menjadi siapa-siapa seperti yang dahulu ia inginkan. Ia hanya terus menyambung napas untuk menunggu kematian, sembari berupaya mengubur cerita cintanya.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Cerpen

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi : Menjadi Kartini

Kamis, 21 April 2022 | 07:18 WIB

Fabel : Kisah Amora, Ayam yang Belajar Ikhlas

Kamis, 7 April 2022 | 07:39 WIB

CERPEN: Aku Tunggu di Hotel Sekarang!

Minggu, 13 Maret 2022 | 07:47 WIB

CERPEN: Aku Kehilangan Diriku Sendiri

Selasa, 1 Maret 2022 | 14:44 WIB

CERPEN: Taman Langit

Selasa, 1 Maret 2022 | 10:46 WIB

Puisi Malam yang Sakit

Jumat, 28 Januari 2022 | 21:11 WIB

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB

Cerbung Kabut Pembatas Dua Dunia

Jumat, 17 Desember 2021 | 20:05 WIB

Cerbung: Tanda Cinta di Wajah Pias

Rabu, 15 Desember 2021 | 18:28 WIB

Cerbung: Wajah Pias dalam Pelukan

Selasa, 14 Desember 2021 | 21:26 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Hati Venerose

Kamis, 9 Desember 2021 | 18:06 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Antara Dua Hati

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:40 WIB

Puisi untuk Sahabat

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:52 WIB

Puisi: Aku Adalah

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:32 WIB

Puisi: Jeritan Malam

Minggu, 5 Desember 2021 | 22:31 WIB

Cerbung Samudra Ingin Kembali

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:28 WIB
X