• Selasa, 24 Mei 2022

Cerpen: Pangeran Cinta

- Selasa, 30 November 2021 | 19:44 WIB
Ilustrasi cerpen Pangeran Cinta (Dok.klikanggaran.com/Blackrose)
Ilustrasi cerpen Pangeran Cinta (Dok.klikanggaran.com/Blackrose)

~

Baca Juga: Puisi: Diam Itu Membunuhku

Titan duduk di teras rumahnya, sendiri seperti kebanyakan hari-harinya. Sesekali gadis itu terlonjak kaget oleh suara petasan di jalanan. Di sana ramai orang-orang sedang merayakan tahun baru, tak kalah ramai dengan mereka yang menghujat karena terganggu.

Mata Titan menatap sayu, untuk kesekian kali malam dilewatinya seorang diri. Diam membisu di tengah ramai perayaan dan denting gelas-gelas bersulang para keluarga.

"Aku sangat kesepian," desahnya pada angin malam, "tapi aku tak ingin siapa pun menemaniku. Aku hanya ingin menangis, ke mana engkau, wahai air mataku?"

Gerimis menyapa Titan dari kegelapan, rintiknya tak pernah lelah mengingatkan, betapa merdu Irama Cinta di kedalaman hati. Di sana segala rasa dan rupa terburai menjadi tak ada, namun sisanya tetap terasa dan hitamnya menyimpan berjuta kata juga cerita.

Titan sungguh merasa kesepian dan sedih, tapi air matanya tak kunjung keluar. Mungkin tertutup doa-doa nyaring di kedalaman hatinya. Gadis belia itu tertegun menatap malam.

"Pada siapa aku akan bercerita?" Titan kembali mendesah perlahan, mencari air mata yang tak kunjung datang.

Baca Juga: Ada Pekerjaan Pelengkap Jalan Tol PT Waskita Karya yang Tidak Sesuai Spesifikasi, Nilainya Rp13,9 Miliar

Tiba-tiba sebuah bayangan berkelebat. Semakin dekat dan menyapa Titan dengan senyum hangatnya. Titan berdiri dan berjalan mendekat, kemudian membukakan pintu untuk tamu tak diundang itu.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi : Menjadi Kartini

Kamis, 21 April 2022 | 07:18 WIB

Fabel : Kisah Amora, Ayam yang Belajar Ikhlas

Kamis, 7 April 2022 | 07:39 WIB

CERPEN: Aku Tunggu di Hotel Sekarang!

Minggu, 13 Maret 2022 | 07:47 WIB

CERPEN: Aku Kehilangan Diriku Sendiri

Selasa, 1 Maret 2022 | 14:44 WIB

CERPEN: Taman Langit

Selasa, 1 Maret 2022 | 10:46 WIB

Puisi Malam yang Sakit

Jumat, 28 Januari 2022 | 21:11 WIB

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB

Cerbung Kabut Pembatas Dua Dunia

Jumat, 17 Desember 2021 | 20:05 WIB

Cerbung: Tanda Cinta di Wajah Pias

Rabu, 15 Desember 2021 | 18:28 WIB

Cerbung: Wajah Pias dalam Pelukan

Selasa, 14 Desember 2021 | 21:26 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Hati Venerose

Kamis, 9 Desember 2021 | 18:06 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Antara Dua Hati

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:40 WIB

Puisi untuk Sahabat

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:52 WIB

Puisi: Aku Adalah

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:32 WIB

Puisi: Jeritan Malam

Minggu, 5 Desember 2021 | 22:31 WIB

Cerbung Samudra Ingin Kembali

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:28 WIB
X