• Senin, 18 Oktober 2021

Dua Gelas Kisah Bagian Tiga Belas

- Sabtu, 11 September 2021 | 19:41 WIB
Dua Gelas Kisah (Dok.klikanggaran.com/Sekar)
Dua Gelas Kisah (Dok.klikanggaran.com/Sekar)

Aku minta maaf, aku tidak bisa menjaga ikatan sakral kita. Sebab, sejak awal semuanya sudah terasa salah. Hanya saja, aku masih percaya keajaiban. Aku masih percaya bahwa cinta bisa dibangun, dipupuk, dan dirawat hingga akhir hayat.

Aku masih percaya itu, sampai sekarang.

Baca Juga: Jokowi Targetkan 17 Bendungan Selesai di Akhir Tahun, Ini 8 yang Sudah Diresmikan

Hadirnya Dean bukan sebuah kebetulan. Aku mengenalnya lebih dulu, jauh sebelum aku dan kamu bertemu di kampus. Aku dan Dean memang jarang bertemu, dan makin tertutup kemungkinan kami untuk bertemu karena Dean bekerja di luar negeri. Ketika Dean kembali, aku sudah bersamamu.

Aku gamang, aku bingung. Dean tidak pernah bicara soal kepulangannya. Aku pikir, ia akan selamanya di sana. Aku tidak pernah berharap banyak untuk sesuatu yang nyaris mustahil kudapatkan. Jadi, aku memutuskan untuk mencari pengganti Dean.

Lalu, kamu menemukanku, Kak.

Aku selalu ragu cinta bisa datang begitu cepat. Dan, kamu, Kak, berhasil menjungkirbalikkan logikaku.

Baca Juga: Ada Perusahaan yang Belum Memenuhi Ketentuan Penggunaan Kawasan Hutan, Ini Kerugian Kementerian LHK

Teman-teman seperti tidak ada hentinya menyuruhku mendekatimu, menerima ajakanmu berkenalan. Akan tetapi, aku tidak tertarik. Dan, ketika kamu tiba-tiba mundur, aku malah penasaran. Kuamati kamu dari kejauhan, barulah aku melihat apa yang orang lain lihat. Kamu memang punya sesuatu yang membuat orang lain ingin berdekatan denganmu. Wajahmu memang tidak serupawan model-model di majalah, tetapi sorot matamu, senyummu, dan bahasa tubuhmu, membuatku memutuskan: aku ingin dekat denganmu.

Kita menikah. Itu membuatku merasa sempurna sebagai perempuan, mendapatkan lelaki yang peduli padaku. Apalagi, ketika dua buah hati kita hadir, segalanya tampak indah.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CERPEN: Menunggu Kereta

Minggu, 17 Oktober 2021 | 20:23 WIB

PUISI : Cappucino Pagi

Minggu, 17 Oktober 2021 | 07:06 WIB

PUISI: Melukis dalam Doa dan Harapan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 07:03 WIB

Puisi Cevi Whiesa Manunggaling Hurip.

Rabu, 13 Oktober 2021 | 07:35 WIB

PUISI: Sekisah Cappucino

Selasa, 12 Oktober 2021 | 07:34 WIB

CERPEN: Pertemuan Kedua

Minggu, 10 Oktober 2021 | 18:53 WIB

PUISI: Rembulan Menangis

Minggu, 10 Oktober 2021 | 08:18 WIB

PUISI: Aku Akan Menangis Lain Kali

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 20:21 WIB

Kita Membutuhkan Kata Saling

Kamis, 7 Oktober 2021 | 13:57 WIB

Guru Berdaster

Rabu, 6 Oktober 2021 | 15:42 WIB

Secret Door

Minggu, 3 Oktober 2021 | 15:50 WIB

Lelaki Air Mata Ikan

Rabu, 29 September 2021 | 20:18 WIB

Cenayang Bukit Mawar 2

Sabtu, 25 September 2021 | 21:57 WIB

Cenayang Bukit Mawar 1

Jumat, 24 September 2021 | 16:55 WIB

Khutbah Angin

Rabu, 22 September 2021 | 21:07 WIB

Hijab: Hanya Cerita Pendek

Rabu, 22 September 2021 | 09:47 WIB

Ternyata Kau Bukan Lelaki

Selasa, 21 September 2021 | 22:07 WIB

Pelangiku untuk Gaza

Selasa, 21 September 2021 | 08:22 WIB

Kopi Sore dan Timbunan Cinta Enam

Selasa, 14 September 2021 | 21:46 WIB

Kopi Sore dan Timbunan Cinta Lima, Rumah Kaca

Senin, 13 September 2021 | 21:05 WIB
X