• Senin, 15 Agustus 2022

Dua Gelas Kisah Bagian Enam

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 13:08 WIB
Dua Gelas Kisah (Dok.klikanggaran.com/Sekar)
Dua Gelas Kisah (Dok.klikanggaran.com/Sekar)

Aku melihat Kirana dan Dira menghampiri stan penjual minuman. Mereka kembali dengan kedua tangan memegang gelas plastik ukuran besar.

Kirana mendekat ke mejaku dan meletakkan dua gelas minuman dingin. Satu berisi teh hijau, satu lagi berisi kopi gula aren.

“Terima kasih, Kirana,” ucap Moy. Kirana hanya tersenyum. Moy tidak segera menyesap kopinya. Ia malah memandangku dengan wajah tampak sedang memikirkan sesuatu. “Apa aku kenal Ferdi, Ru? Aku banyak melupakan nama dan wajah belakangan ini.”

Aku tidak heran. Itu sudah lebih dari dua puluh tahun lalu. Aku pun terkadang butuh waktu agak lama untuk mengingat-ingat yang terjadi kala itu.

Baca Juga: Indonesia di Posisi ke 6 Dunia Eksportir Keragenan, Industri Rumput Laut Masuk Daftar Prioritas Investasi

“Tidak. Kalian tidak pernah sekelas,” jawabku.

“Oh, pantas saja ingatanku tak menjangkau nama itu.”

Aku, Ferdi, dan Bima adalah tiga serangkai yang selalu membuat kehebohan di sekolah. Tidak terlalu sering sebenarnya, tetapi sekalinya itu terjadi, ruang BK siap menerima kami bertiga. Tak terhitung seberapa seringnya kami membolos upacara hari Senin hanya untuk sembunyi di sudut halaman sekolah dan bergantian mengisap sebatang rokok. Ferdi yang biasanya rajin membawa. Sementara Bima adalah penyedia gambar-gambar wanita cantik yang tampil dengan kain seadanya untuk membalut tubuh indah mereka. Dua minggu sekali, Bima pasti membawa majalah milik abangnya secara sembunyi-sembunyi. Dengan Ferdi dan Bima melekat di hidupku, aku sebenarnya cukup punya bekal untuk menjadi pria nakal idaman di masa depan. Itu pun kalau aku masih punya masa depan.

Nyatanya, aku malah makin menarik diri dari kerumunan. Pacarku kala itu memutuskan hubungan kami hanya karena bosan. Katanya, aku tidak punya inisiatif untuk membuat hubungan kami tidak jalan di tempat. Memangnya, apa lagi yang harus dilakukan anak SMP ketika berpacaran? Kami tidak mungkin bertukar air liur, apalagi bertukar cairan tubuh lainnya.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi : Menjadi Kartini

Kamis, 21 April 2022 | 07:18 WIB

Fabel : Kisah Amora, Ayam yang Belajar Ikhlas

Kamis, 7 April 2022 | 07:39 WIB

CERPEN: Aku Tunggu di Hotel Sekarang!

Minggu, 13 Maret 2022 | 07:47 WIB

CERPEN: Aku Kehilangan Diriku Sendiri

Selasa, 1 Maret 2022 | 14:44 WIB

CERPEN: Taman Langit

Selasa, 1 Maret 2022 | 10:46 WIB

Puisi Malam yang Sakit

Jumat, 28 Januari 2022 | 21:11 WIB

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB

Cerbung Kabut Pembatas Dua Dunia

Jumat, 17 Desember 2021 | 20:05 WIB

Cerbung: Tanda Cinta di Wajah Pias

Rabu, 15 Desember 2021 | 18:28 WIB

Cerbung: Wajah Pias dalam Pelukan

Selasa, 14 Desember 2021 | 21:26 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Hati Venerose

Kamis, 9 Desember 2021 | 18:06 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Antara Dua Hati

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:40 WIB

Puisi untuk Sahabat

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:52 WIB

Puisi: Aku Adalah

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:32 WIB

Puisi: Jeritan Malam

Minggu, 5 Desember 2021 | 22:31 WIB

Cerbung Samudra Ingin Kembali

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:28 WIB
X