• Kamis, 9 Desember 2021

Pilot Penjajah Zionis: Meledakkan Menara Gaza Adalah Cara Untuk Lampiaskan Rasa Frustrasi Kami

- Minggu, 23 Mei 2021 | 17:08 WIB
IMG-20210522-WA0034
IMG-20210522-WA0034


Nazaret,Klikanggaran.com - Seorang pilot militer Penjajah Zionis mengungkapkan bahwa penghancuran menara tempat tinggal (sipil) saat agresi di Jalur Gaza adalah "cara untuk melampiaskan rasa frustrasi tentara setelah gagal menghentikan serangan roket dari Gaza."


Hal ini terungkap saat wawancara yang dilakukan oleh Channel-12, sebuah saluran TV swasta Penjajah Zionis dengan sejumlah Pilot yang berpartisipasi dalam meledakkan 9 menara sipil di Gaza, termasuk satu yang di dalamnya terdapat kantor perwakilan beberapa media.


Mayor "D" (saluran TV tersebut hanya menggunakan huruf pertama namanya sebagai inisial) berkata, "Itu tidak mengurangi tingkat keparahan serangan yang dia dan teman-temannya lakukan."


Dia menambahkan, "Kami gempur mereka menggunakan berton-ton amunisi dan api dimana tak seorangpun meragukannya."


Namun, Mayor "D" berbicara tentang perasaan yang diungkapkan oleh rekan-rekannya, katanya: "Saat itu saya keluar untuk melancarkan serangan dengan perasaan bahwa merobohkan menara merupakan cara kami untuk melampiaskan rasa frustrasi atas apa yang terjadi pada kami dan keberhasilan faksi-faksi di Gaza dalam melancarkan serangannya terhadap kami. "


Dia menambahkan, "Kami tidak berhasil menghentikan gempuran roket-roket (Perlawanan). Kami tidak berhasil menyentuh para petinggi organisasi perlawanan, jadi kami robohkan saja menara."


Menurut pernyataan sebelumnya oleh pihak militer Penjajah Zionis, faksi-faksi Palestina telah menembakkan sekitar 4 ribu roket ke berbagai permukiman yang berada di selatan wilayah yang berada dalam jajajahan, juga ke kota-kota di pusat negara Zionis, termasuk "Tel Aviv," yang menyebabkan tewasnya 12 warga negara Penjajah Zionis dan melukai ratusan lainnya.


Selama agresi terkini di Gaza, pesawat tempur Penjajah Zionis telah merobohkan 9 menara, dengan dalih bahwa gedung-gedung tersebut dipergunakan sebagai "infrastruktur militer," termasuk Menara Al-Galaa, yang di dalamnya terdapat kantor "Channel Al-Jazeera" dan "Associated Press" di Gaza.


Jumat dini hari, pasca 11 hari operasi militer, penghentian agresi di Jalur Gaza mulai berlaku, karena kedua belah pihak mengumumkan penerimaan mereka atas usulan Mesir untuk melakukan gencatan senjata.

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

Pecat 900 Karyawan via Zoom, Waduh!

Senin, 6 Desember 2021 | 21:57 WIB
X