• Jumat, 1 Juli 2022

Perubahan Biaya Investasi PT Waskita Karya atas Tiga Ruas Jalan Tol Ini Menyumbang Tingginya Tarif Tol?

- Jumat, 26 November 2021 | 15:50 WIB
Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Dok.Twitter.com/ @Tol_Becakayu)
Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Dok.Twitter.com/ @Tol_Becakayu)

KLIKANGGARAN – Seperti diketahui bersama, pada tahun 1997 Indonesia mengalami krisis moneter yang mengakibatkan pembangunan proyek-proyek infrastruktur termasuk jalan tol dihentikan sementara.

Kemudian pada tahun 2002, pemerintah melakukan evaluasi untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur tersebut, termasuk pengusahaan jalan tol yang tertunda.

Hasilnya adalah peraturan dan kebijakan terkait jalan tol, serta terbentuknya Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk menggantikan peran PT Jasa Marga.

BPJT ini berfungsi sebagai regulator jalan tol. BPJT memiliki kewenangan atas Pengaturan, Pengusahaan, dan Pengawasan Jalan Tol. Hal tersebut digunakan pemerintah untuk mendorong program penerusan pembangunan infrastruktur termasuk pengusahaan jalan tol yang sempat terhenti.

Baca Juga: KPK Akan Periksa Pihak Swasta dari CV EKM dan Dua Pejabat di PUPR Muba dalam Kasus Dodi Reza Alex Noerdin Dkk

Salah satu unit kerja di BPJT adalah Bidang Investasi yang menyelenggarakan fungsi antara lain penyusunan perjanjian pengusahaan jalan tol dan pelelangan pengusahaan jalan tol. Selain itu juga pelaksanaan evaluasi investasi terhadap perubahan ruang lingkup pengusahaan jalan tol.

Untuk memudahkan pengendalian atas biaya investasi oleh BUJT, Bidang Investasi telah menetapkan klausul dalam PPJT. Antara lain mengatur biaya investasi yang akan direviu dan disepakati oleh BPJT dan BUJT sebelum pembangunan konstruksi dimulai.

Hal tersebut bertujuan untuk mengawasi dan mengendalikan biaya konstruksi yang merupakan nilai terbesar dalam investasi.

Baca Juga: Pascarillis Lagu Milik Seventeen, Apakah Adik Vanessa Akan Berkarier seperti Kakaknya? Dody Soedrajat: Fokus S

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X