• Senin, 4 Juli 2022

Wah, Penyusunan HPS-OE Jalan Tol PT Waskita Karya Ini Nilai Kontraknya Lebih Tinggi Minimal Rp1 Triliun

- Selasa, 16 November 2021 | 16:25 WIB
PT Waskita Karya dan jalan tol Becakayu (Dok.bpjt.pu.go.id)
PT Waskita Karya dan jalan tol Becakayu (Dok.bpjt.pu.go.id)

KLIKANGGARAN – Untuk diketahui, dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi tol yang dimiliki oleh PT Waskita Karya Toll Road (PT WTR) dan BUTJ-nya, masih dijumpai penyusunan HPS/OE yang belum memenuhi ketentuan.

Hal tersebut terjadi pada minimal tiga BUJT PT Waskita Karya Toll Road dengan uraian sebagai berikut:

a. Penyusunan HPS/OE BUJT PT KKDM. Ada perbedaan antara Harga Satuan Kontrak PT Waskita Karya (Divisi III) dengan Harga Satuan Sub Kontraktor. Kondisi ini mengakibatkan nilai kontrak konstruksi pembangunan Jalan Tol Ruas Becakayu menjadi lebih tinggi minimal senilai Rp142.986.452.288,26 (Rp123.305.103.538,74 + Rp19.681.348.749,52).

Baca Juga: Disepakati, Jalur Angkutan Batubara Lewat Muara Bulian - Tempino - Talang Duku

b. Penyusunan HPS/OE BUJT PT PPTR. Diperoleh informasi bahwa harga satuan pekerjaan yang disepakati dalam SPK subkontraktor jauh lebih rendah minimal senilai Rp136.698.616.037,70 bila dibandingkan dengan harga kontrak antara PT PPTR dengan PT Waskita Karya.

c. Penyusunan HPS/OE BUJT PT PBTR. Hasil pemeriksaan menunjukkan, jumlah harga penawaran yang diajukan oleh PT Waskita Karya pada Paket pekerjaan yang dimenangkannya rata-rata sebesar 95,86 % dari nilai HPS/OE. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar harga satuan masing-masing pekerjaan dalam kontrak, tidak akan berbeda jauh dengan harga satuan dalam HPS/OE.

d. Penetapan Harga Satuan Kontrak Jasa Pengadaan Terpasang pada Proyek Pembangunan Ruas Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu tidak didukung dengan HPS/OE. Hasil pengujian atas SPK subkontraktor yang ditugaskan oleh PT WBP untuk melaksanakan pekerjaan terpasang, terdapat beberapa harga satuan pekerjaan dalam Addendum IV yang nilainya lebih tinggi dari harga satuan yang dibayar kepada sub kontraktor dengan jumlah minimal sebesar Rp546.266.012.507,51.

Baca Juga: Pertamina Sumbagsel Himbau Warga Mampu Gunakan LPG Non Subsidi 5,5 Kg dan 12 Kg

Kondisi tersebut di atas mengakibatkan:

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X