• Rabu, 1 Desember 2021

PPTK Smart City Bungkam Terkait Mega Proyek Senilai Rp13,5 Miliar

- Rabu, 24 November 2021 | 20:39 WIB
Kantor Wali Kota Lubuklinggau (Dok.Klikanggaran.com/Iyan)
Kantor Wali Kota Lubuklinggau (Dok.Klikanggaran.com/Iyan)

KLIKANGGARAN - Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) melakukan kegiatan Detail Engineering Design (DED) atas pelaksanaan kegiatan pekerjaan Pembangunan Jaringan Smart City.

Berdasarkan kontrak pekerjaan Pembangunan Jaringan Smart City dengan kontrak Nomor 027/02/SPP-TENDER/DISKOMINFO/2019 tanggal 26 Desember 2019 menelan anggaran senilai Rp13.597.350.000 (Rp13,5 miliar) yang dikerjakan oleh PT Sumber Energi Barokah (PT SEB) dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 545 hari yang dimulai pada tanggal 2 Januari 2020.

Berdasarkan data yang dihimpun, dalam upaya pembangunan data center, baik pada tahap perencanaan maupun pelaksanaan, Pemkot Lubuklinggau belum melakukan konsultasi kepada pihak Kementerian dan Lembaga terkait untuk mendapatkan pertimbangan kelaikan operasi, kelaikan keamanan, dan membuat keterhubungan dengan Pusat Data Nasional.

Baca Juga: Hasil Indonesia Open 2021, Jonatan dan Chico Menang, Ginting Kalah, Satu Tiket di Perempat Final di tangan

Jaringan intranet untuk aplikasi SIMDA Keuangan tersebut dihubungkan menggunakan kabel RJ-45 melalui switch hub yang tersambung dari server SIMDA Keuangan di gedung BPKAD dan membentang di sepanjang tiang telepon menuju gedung OPD terdekat disekitarnya.

Pemanfaatan jaringan intranet tersebut diduga sebatas pemanfaatan aplikasi SIMDA Keuangan belum mencakup layanan administrasi pemerintahan lainnya.

Keterbatasan OPD yang tersambung dengan server SIMDA Keuangan disebabkan pendeknya jarak kabel dan relatif rendahnya kualitas dan kecepatan transmisi menggunakan kabel RJ-45.

Baca Juga: Nyai Sampur dalam Wisata Mistis Gunung Kawi

Berdasarkan laporan akhir penyusunan DED diketahui bahwa salah satu tujuan pembangunan adalah tersedianya jaringan FO yang menghubungkan OPD untuk meningkatkan kapasitas jaringan. Dalam dokumen DED, pembangunan jalur kabel FO dibagi menjadi tiga tahapan yaitu segmen I dari Kantor Walikota – Kantor Polres, segmen II dari Kantor – Kantor Disdukcapil, dan segmen III dari Kantor Polres – Kantor Dinas PUPR.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CBA Soroti DAK Muratara Tahun 2020, Berdampak Pinalti?

Jumat, 19 November 2021 | 20:48 WIB
X