• Senin, 18 Oktober 2021

MAKI Tanggapi Temuan BPK atas Proyek Peningkatan Jalan SMP 14 Lubuklinggau

- Sabtu, 2 Oktober 2021 | 06:53 WIB
Boni Belitong (dok. Boni Belitong)
Boni Belitong (dok. Boni Belitong)

Lubuklinggau, Klikanggaran.com - Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) Kota Lubuklinggau Tahun 2020, diketahui bahwa terdapat Peningkatan Jalan SMP 14 dan SMA 8 Kota Lubuklinggau dilaksanakan oleh CV Ag (CV Agoestien).

Dari LHP BPK itu juga diketahui kontrak dengan nomor 02/SP/DPUPR-BM/2020 tanggal 18 September 2020, dengan nilai pekerjaan sebesar Rp1.989.608.400,00. Untuk jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 90 hari kalender terhitung sejak 18 September sampai dengan 16 Desember 2020.

BPK juga menyebutkan, pelaksanaan pekerjaan tersebut telah selesai 100% sesuai dengan Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan Konstruksi atau Provisional Hand Over (PHO) Nomor 176.1/BA/BM/2020 tanggal 6 November 2020, dan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender. Pembayaran telah dilakukan 100%.

Baca Juga: Hari Pertama Putar di Bioskop, Film James Bond: No Time To Die Raup Pendapatan 5 Juta Poundsterling

Dijelaskan BPK, berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen kontrak diketahui bahwa harga satuan Beton fc' 20 Mpa sebesar Rp2.194.734,57 per m³, volume kontrak sebanyak 543,55 m³, sedangkan volume terpasang sebanyak 534,36 m³, sedangkan volume terpasang sebanyak 534,36 m³, sehingga terdapat kelebihan pembayaran atas pekerjaan Beton fc' 20 Mpa sebanyak 9,19 m³ (543,55 m³ - 534,36 m³) atau sebesar Rp20.169.610,70 (9,19 m³ x Rp2.194.734,57 per m³).

BPK menjabarkan nilai kekurangan volume tersebut telah dibahas dan disepakati bersama dengan PPK dan pelaksana kegiatan serta diketahui oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang selaku Pengguna Anggaran pada tanggal 15 Desember 2020 sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Kesepakatan Hasil Perhitungan Kekurangan Volume Pekerjaan yang telah ditandatangani bersama.

Menanggapi hal itu, Koordinator MAKI Sumatera Selatan (Sumsel), Boni Belitong, menuturkan bahwa dari pekerjan tersebut terdapat dugaan penggelembungan harga (Mark Up) pada harga satuan.

Baca Juga: Kerja Sama dengan Koperasi Tak Berbadan Hukum, PT Inhutani II Berpotensi Rugi dalam Pengelolaan Kelapa Sawit

"Pasalnya, nilai satuan beton diduga terdapat penggelembungan harga (Mark Up), dimana nilai beton per m³ (kubik) mencapai Rp2 juta rupiah, nilai harga tersebut mencukupi untuk 4 m³ atau satu dump mobil molen," ujar Boni, saat konfirmasi, Jumat (1/10).

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: LHP BPK

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X