• Kamis, 27 Januari 2022

Belum Didukung Bukti Pengeluaran Riil, Biaya OTC Kemenkominfo Rp227 Miliar Dipertanyakan BPK

- Selasa, 23 November 2021 | 20:05 WIB
Ilustrasi biaya OTC Kemenkominfo (Dok.kominfo.go.id)
Ilustrasi biaya OTC Kemenkominfo (Dok.kominfo.go.id)

KLIKANGGARAN – Berdasarkan dokumen yang ada pada klikanggaran diketahui, pada Tahun Anggaran 2019 Kemenkominfo melalui BAKTI telah menganggarkan Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp3.396.802.336.000. Anggaran ini terealisasi sebesar Rp3.337.931.223.302 atau 98,27%.

Sementara pada Tahun Anggaran 2020 s.d. Triwulan III Kemenkominfo melalui BAKTI telah menganggarkan Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp5.345.172.948.000. Realisasi anggaran sebesar Rp3.017.013.509.632 atau 56,44%.

Realisasi atas Belanja Barang dan Jasa Kemenkominfo BAKTI ini di antaranya digunakan untuk pengadaan jasa konsultansi dan jasa lainnya. Pengadaan ada sebanyak 146 paket pekerjaan senilai Rp38I.821.487.234.

Pengadaan Kemenkominfo BAKTI ini merupakan salah satu realisasi belanja Jasa Lainnya pada program Penyelenggaraan Pos dan Informatika dalam kegiatan Penyediaan Infrastruktur BTS - BAKTI SINYAL pada Divisi Infrastruktur Lastmile/Backhaul sebesar Rp826.610.982.000.

Baca Juga: Shesar Hiren Rhustavito Bertemu Rasmus Gemke di 16 Besar Indonesia Open 2021, Marcus dan Kevin Ketemu Korea

Dari anggaran tersebut di antaranya digunakan untuk pembangunan BTS baru berupa ToPo di wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan) dengan realisasi sebesar Rp285.257.844.959.

Nilai realisasi tersebut merupakan nilai one time charge (OTC) untuk pembangunan ToPo pada BTS baru di 539 lokasi selama tahun 2019. OTC sendiri merupakan komponen biaya tambahan yang disepakati oleh BAKTI dan penyedia yang terdiri dari biaya survei, perizinan, pembangunan dan instalasi, serta pengiriman yang dibayarkan secara at cost dengan batas maksimal yang telah disepakati.

Pembangunan ToPo untuk BTS baru di 538 lokasi tersebut dikerjakan oleh 5 (lima) penyedia. Antara lain PT SEI sebanyak 105 lokasi, PT DT sebanyak 102 lokasi, PT PPBS sebanyak 139 lokasi, PT BKU sebanyak 92 lokasi, dan PT APT sebanyak 100 lokasi.

Baca Juga: Mengaku menerima Ancaman Pembunuhan, Suami Lesti Kejora, Rizky Billar Lapor ke Polda Metro Jaya

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Proyek Kemenhub di BTP Jabar Kurang Volume Rp273 Juta

Minggu, 16 Januari 2022 | 05:38 WIB

Ketua Bawaslu Muratara Diperiksa Terkait Dana Hibah

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:26 WIB
X