• Selasa, 24 Mei 2022

RESENSI BUKU: Hal-Hal yang Dibicarakan Ketika Raymond Carver Bicara Soal Cinta

- Senin, 27 Desember 2021 | 09:43 WIB
Ilustrasi (Sekar_Mayang)
Ilustrasi (Sekar_Mayang)


KLIKANGGARAN--Orang-orang bisa mendadak jadi ahli ketika membicarakan cinta. Mengutip sana-sini, membuat kesimpulan atas definisi cinta. Itu termasuk Raymond Carver, yang mendapat julukan sebagai dewa cerpen Amerika yang terus dipuja bahkan setelah kematiannya.

Jika biasanya sebuah cerpen memamerkan momen yang luar biasa, maka Carver bukan termasuk salah satu yang mengusung rumus itu. Kisah-kisah yang Carver tulis mungkin tidak berarti apa-apa bagi sebagian pembaca. Jenis cinta yang Carver bicarakan benar-benar tersembunyi di balik momen-momen yang teramat biasa.

“Ada wadah es di atas meja. Gin dan air tonik terus bergulir di antara kami, dan entah kenapa kami membicarakan cinta. Menurut Mel, cinta sejati tak lain adalah cinta yang bersifat spiritual.” (Yang Kita Bicarakan Saat Bicara Tentang Cinta, halaman 174).

Baca Juga: Pembangunan Rumah Sakit (RS) Internasional Bali di Mulai, Presiden Jokowi Lakukan Peletakan Batu Pertamanya.

Rasanya cukup tepat jika Carver menjadikan judul cerpen tersebut sebagai tajuk bukunya. Kehidupan adalah tentang cinta itu sendiri—terhadap orang-orang di lingkaran terdekat, pekerjaan, materi, bahkan diri sendiri. Cinta menjadikan segalanya mungkin, termasuk hal buruk sekalipun.

Semesta ini terbentuk atas penyatuan-penyatuan. Beberapa unsur bergabung, membentuk foarmasi-formasi yang melahirkan bintang, planet (beserta penghuninya), bahkan lubang hitam itu sendiri.

Penyatuan-penyatuan—yang kemudian kita sebut dengan cinta—membuat momen-momen terwujud. Ya, meskipun tidak selamanya cinta dimaknai dan ditunjukkan dengan sesuatu yang baik dan positif. Cinta bisa sangat menyakitkan apabila kita salah memilih sudut pandang.

Baca Juga: Prilly Latuconsina Menangis dan Marah pada Aris saat Menonton Layangan Putus, Bagaimana Reaksi Reza Rahardiana

Gin dan air tonik bukan satu-satunya yang bisa memancing pembicaraan tentang cinta. Seekor siput pun sanggup membuka percakapan yang dulunya terasa mustahil. Ini terjadi pada cerpen berjudul Aku Bahkan Bisa Melihat Benda-Benda Terkecil. Betapa Nancy melihat dan merasakan kerasnya usaha Sam untuk kembali berkomunikasi dengan Clifford, suami Nancy. Dua pria itu tadinya cukup akrab.

Dalam cerpen Masalah Ketiga yang Bikin Ayahku Terpuruk, kita mendapati bahwa apa yang terjadi pada orang lain bisa mempengaruhi hidup kita. Begitulah. Sebab, jarang sekali ada orang yang sama sekali tidak terpengaruh kejadian-kejadian di luar dirinya.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X