• Selasa, 9 Agustus 2022

The Medium, Role Coaster Berusia Dua Belas Tahun Yang Hanya Numpang Lewat

- Sabtu, 6 November 2021 | 12:46 WIB
The Medium ( instagram @eyesmag)
The Medium ( instagram @eyesmag)


KLIKANGGARAN--Bisa dibilang, tak ada hal baru dalam The Medium ini setelah dua belas tahun yang lalu, Monty Tiwa lebih dulu sukses menghantui penonton lewat Keramat, yang nyatanya menjadi salah satu film horor Indonesia paling enak ditonton sepanjang masa. Ya, agak berlebihan memang. Tetapi, sebagai penikmat, saya tak mau berbohong.

Saya memang tidak bilang kalau Banjong Pisanthanakun mengekor film yang pas dibikin dulu kabarnya tidak pakai skrip itu. Meskipun dilihat dari alur dan cerita, plus penggunaan format found footage-nya The Medium hampir delapan puluh persen sama.

Bahkan beberapa adegan The Medium, termasuk para pemainnya juga diambil dari orang-orang yang sepertinya memang wajah baru di dunia perfilman. Sehingga memang sedikit menimbulkan kesan kalau Chantavit Dhanasevi (Hello Stranger, One Day) sang penulis cerita pernah menyimak film yang kabarnya lagi, sedang dalam tahap produksi untuk sekuel pertamanya.

Baca Juga: Fuji, Adik Bibi Ardiansyah dan Adik Ipar Vanessa Angel, Benarkah Dekat dengan Tubagus Joddy?

Sebuah kecurigaan yang melatari saya tidak begitu merasakan atmosfer horor The Medium karena saya sudah khatam naik role coaster yang sama.

Jadi, ya, buat saya The Medium hanya sekadar tontonan numpang lewat yang kesan menariknya cuma saya dapat dari napas budaya lokal dengan kehidupan membuminya yang bikin adem. Dengan setting pedesaan yang masih alami, saya teringat daerah empat saya tinggal dulu yang sekarang nyaris gundul.

Meski begitu bukan berarti film garapan sutradara yang juga mengarahkan Shutter—yang fenomenal hingga di-remake oleh Hollywood dengan bintang Joshua Jackson, dan Alone ini sama sekali payah dan tak bisa dinikmati. Sebagai tontonan film ini cukup solid dan menghibur.

Setiap sisi saling dukung dan merekatkan. Ditambah lagi, tema melawan kuasa gelap dan kultur budaya Asia yang memang dekat dengan dunia supernatural dan perdukunan, menjadi daya tarik yang sangat kuat.

Baca Juga: Ketika Akun Instagram Tubagus Joddy, Sopir Vanessa Angel, Dijadikan Tumpahan Kemarahan Para Netizen

Walaupun pada akhir cerita kita akan dihadapkan pada kenyataan ‘sudah habisnya’ energi para kru dan pemain yang membuat film ditutup agak maksa. Mengingatkan kita pada deretan film horor pengangguran yang menggunakan pemain film porno betulan sebagai bintangnya pada zaman itu. Yang ngawur karena kebingungan dipaksa harus patuh dengan durasi.

Dibuka dengan perkenalan Sang Medium (Dukun) tentang kepercayaan penduduk setempat yang memercayai banyak dewa, kekuatan film ini sudah mulai menyihir penonton lewat pemilihan cast dengan akting memukau.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X