• Rabu, 19 Januari 2022

No Time To Die, Suguhan Magnet Rapuh Pengantar Masa Pensiun Daniel Craig

- Rabu, 17 November 2021 | 16:45 WIB
No Time To Die (ig @007)
No Time To Die (ig @007)

KLIKANGGARAN--Sejak diumumkan jika No Time To Die akan menjadi misi terakhir Daniel Craig sebagai agen bernomor punggung 007 itu, Rami Malek juga digembar-gemborkan akan mengisi peran villain terbarunya. Tak hanya itu, perannya sebagai Safin pun diisyaratkan sebagai musuh paling berbahaya dari yang pernah Bond (dengan pemeran Craig) hadapi.

Sebagai figur yang baru saja naik takhta, (baca: menang Oscar) nama Rami Malek memang menjadi magnet kuat, yang diharapkan dapat menaikkan level cerita sekaligus meraup untung sebesar-besarnya. Memang tidak keliru (walaupun tepat sekali juga tidak), memasang aktor yang sukses melakoni salah satu legenda musik paling ikonik adalah pilihan yang (sepertinya) tidak punya opsi lain. Kerja Rami Malek bersih.

Mengingatkan bahwa musuh-musuh utama Bond sejauh ini tidak ‘main’ di fisik. Tapi kecemerlangan isi kepala. Pria berdarah Mesir itu pun mampu melakukan tugasnya tanpa cacat. Sekalipun gaya make-up yang menonjolkan kulit kering pada wajahnya mengingatkan saya dengan Harlen Maguire, peran yang dimainkan Jude Law dalam Road To Perdition.

Baca Juga: Dudung Abdurachman Telah Sah Menjadi KSAD, Berikut Profilnya

Dibuka dengan perintilan khas film-film Bond, No Time To Die menegaskan karakter yang menjadi pelabuhan terakhir sang agen sebagai manusia biasa yang butuh pasangan dan pensiun. Madeleine (Lèa Seydoux) sosok cantik dan terlihat rapuh. Putri Spectre yang mendorong Bond kembali menyandang gelar 007. Memporak-porandakan masa-masa pensiun yang seharusnya membuat pria gaek itu hidup enak, paling tidak.

Ya, Safin yang dendam dengan Spectre dan semua musuh-musuh Bond memanfaatkan situasi itu untuk melancarkan misinya. Merangkai satu demi satu teror yang berujung pahit. Dan kita semua nyatanya memang dapat dengan mudah menebak apa isi kepahitan itu ketika Daniel Craig sendiri mengumumkan bahwa ini film terakhirnya sebagai James Bond. Sekalipun ya, lagi-lagi, kepahitan itu gagal membuat ledakan empati.

Sejak film ini masih embrio, pihak MGM memang banyak mengeluarkan statement yang berhasil membentuk rasa penasaran tinggi. Di antaranya bahwa film ini akan menyuguhkan aksi-aksi supergila sekaligus menegangkan. Pokoknya semua yang serba super.

Baca Juga: Jenderal TNI Andika Perkasa Dilantik, Rocky Gerung Langsung Komentar

Tapi, walaupun dilaporkan sampai hari ini No Time To Die masih nongkrong di posisi empat film paling laris, umbaran janji yang tadi hanya sekadar janji. Tak ada aksi gila maupun suguhan megah kecuali serangkaian hari-hari dan apa yang Bond hadapi seperti di film-filmnya terdahulu.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X