• Sabtu, 20 Agustus 2022

Eternals: Abaikan Rating Rendah, Sukses Menyihir Penonton

- Kamis, 11 November 2021 | 19:17 WIB
Eternals (Instagram/@eternals)
Eternals (Instagram/@eternals)

Jadi, memang tidak terlalu berlebihan jika kritikus memuntahkan kembali apa saja yang telah mereka telan. Dan tidak menutup mata, saya sendiri melakukan hal yang sama. Meskipun tidak semuanya.

Meski demikian, Eternals tetap cukup perkasa menguras rasa ingin tahu penonton untuk membuktikan sendiri apa yang dikatakan kritikus. Dan hasilnya, memang tak terlalu mengecewakan. Sambutan dari penonton tanah air sendiri masih cukup hangat.

Baca Juga: Sate Maranggi: Kelezatan Rasa dan Akar Sejarahnya

Meski tidak semeriah Shang Chi kemarin. Bahkan untuk yang jeli akan menyadari kelebihan Zhao yang tidak dapat dilihat oleh kacamata kritikus.

Sejak lama Marvel sudah mengembuskan rumor hendak menghidupkan karakter seorang gay. Dengan sambutan yang beragam, lewat Eternals, Marvel pun melenggang mulus menghadirkan sosok Phastos yang digawangi Brian Tyree Henry.

Ramai dibicarakan jika beberapa negara di Timur Tengah melarang peredaran Eternals karena karakter LGBTQ yang dalam film diceritakan tengah menjalani hidup bahagia bersama pasangan dan anak adopsi mereka.

Baca Juga: Porprov XIII OKU Raya, Kontigen PALI Bertekad Kibarkan Bendera, Harumkan Nama PALI Lewat Prestasi Olahraga

Tapi setelah edar secara internasional, terungkap bahwa larangan tayang di sana dikarenakan unsur ketuhanan, nabi, dan keimanan. Di mana imbas dari larangan ini membuat Angelina Jolie yang menghidupkan karakter Thena dengan lumayan apik ini merasa kesal, hingga melontarkan kata ‘bodoh’ menanggapi larangan tersebut.

Di sisi lain, inilah kekaguman yang muncul memberikan kredit pada Zhao. Ya, tidak lain karena kemunculan Makkari. Yang meskipun jauh bertolak belakang dengan karakter aslinya di komik, kehadirannya dengan sosok difabel rungu, baik di film maupun di kehidupan nyata, menjadi poin unggul bagi Zhao.

Entah disadari atau tidak, memasang Lauren Ridloff dengan kondisinya yang difabel rungu, memang menjadi kampanye jitu mengangkat isu kesetaraan.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X