Bedah Buku Karya Eggy Massadiah: Menguak Sisi Rahasia dan Jenaka Doni Monardo

- Sabtu, 30 April 2022 | 08:56 WIB
Dua foto: Doni Monardo , awal awal sebagai Ketua Gugus Tugas rambut Doni menipis, setelah usai menjabat Satgas Covid rambutnya mulai lebat (Eggy Massadiah)
Dua foto: Doni Monardo , awal awal sebagai Ketua Gugus Tugas rambut Doni menipis, setelah usai menjabat Satgas Covid rambutnya mulai lebat (Eggy Massadiah)

Terlebih, buku ini mendapat kata sambutan yang menarik dari Menko PMK, Prof Muhadjir Effendy berjudul “Kisah Lapangan Mengatasi Pageblug”. Kesaksian Muhadjir Effendy mengendalikan Covid-19 bersama Doni Monardo, membekaskan kesan yang begitu mendalam.

Baca Juga: Sinopsis Serial Pachinko Episode 8, Adegan Menguras Air Mata: Sunja Kehilangan Isak, Solomon Kehilangan Hana

Ribuan mil jarak telah ia tempuh bersama Doni Monardo dalam berbagai kegiatan kunjungan kerja mengatasi pageblug. Muhadjir tak henti memuji ketangguhan fisik Doni Monardo, kepiawaian serta kemampuannya mengatasi berbagai rintangan dan tantangan di lapangan.

Buku berukuran B-5 itu tampil anggun sekaligus gagah dengan ketebalan 427 halaman full color. Selain Sambutan Menko Muhadjir, pengantar penulis dan pengantar penerbit, buku ini berisikan 44 judul utama dan 12 judul turunan, sehingga keseluruhan menjadi 60 tulisan, ditambah galeri foto dan profil penulis.

Baca Juga: Semifinal Kejuaraan Bulutangkis Asia 2022, Jonatan Christie sebut Chico Luar Biasa, Apa Maksudnya?

Sebagai pembuka, Egy menempatkan tulisan berjudul “Kenangan Natuna Dua Jenderal” sebagai judul pertama. Latar belakang tulisan ini adalah kunjungan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono ke markas BNPB/Satgas Covid-19. Dalam kesempatan itu, Laksamana Yudo dan Letjen Doni terlibat pembicaraan menyusuri jalan kenangan di awal bulan Februari 2020.

Saat itu, keduanya terlibat kerjasama spartan dan solid melayani karantina 238 WNI asal Kota Wuhan, Ibukota Provinsi Hubei, China. Doni Monardo dalam kapasitas sebagai Kepala BNPB, sedangkan Laksamana Madya (saat itu) Yudo Margono sebagai Panglima Kogabwilhan 1.

Baca Juga: Inilah Perasaan Chico setelah Tembus Semifinal Kejuaraan Bulutangkis Asia 2022, Singgung soal Sea Games 2021

Catatan itu sangat menarik, sebab, sebelum virus corona resmi masuk Indonesia 2 Maret 2020, keduanya sudah bersinggungan dengan karantina WNI yang datang dari Wuhan, kota tempat asal-mula virus corona bercokol.

Di Natuna, mereka –antara lain-- harus berhadapan dengan demonstran yang menolak aktivitas karantina. Bahkan dalam kesempatan dialog terbuka, penulis berhasil menangkap momentum saat salah seorang pendemo hendak melemparkan asbak ke arah Doni Monardo (halaman 12). Sangat dramatis.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: opini

Tags

Artikel Terkait

Terkini

FKDT Cilacap Menjelang Muscab

Jumat, 27 Januari 2023 | 07:12 WIB

Shakira dan Twingo

Senin, 16 Januari 2023 | 20:24 WIB

Arloji dan Tukang Service

Sabtu, 14 Januari 2023 | 20:03 WIB

Mixue dan Bimbel

Senin, 2 Januari 2023 | 19:18 WIB
X