• Sabtu, 10 Desember 2022

Kritik Al-Qur'an terhadap Kristen dan Yahudi: Jawaban dan Bantahan untuk Sdr. Muhammad Nuruddin

- Minggu, 13 Maret 2022 | 08:13 WIB
Al-Qur'an (dok. Ist)
Al-Qur'an (dok. Ist)

KLIKANGGARAN--Dalam beberapa hari terakhir, Sdr. Muhammad Nuruddin melancarkan kritik dan serangan personal kepada saya melalui status Facebooknya. Saya mengetahui ini karena beberapa kawan nge-tag saya. Sebenarnya dari awal saya bermaksud merespons, namun setelah melihat status Sdr. Nuruddin bernada emosional, sulit dibedakan antara kritik dan serangan personal, saya urungkan untuk merespons.

Saya pikir tidak produktif merespons statusnya yang bernada emosional dan menghakimi bahkan identitas ke-Muslim-an saya. Apalagi serangannya begitu bertubi-tubi, yang sama sekali tidak mengesankan niat untuk berdiskusi dengan cara yg baik. Saya kira yang dilakukannya itu keterlaluan dan, meminjam kata Dian Sastro, “kamu jahat” (dengan nada sedikit menggoda!).
Banyak kawan menyarankan agar saya tidak perlu merespons, yang sebenarnya saya amini. Saya setuju saran itu karena respons saya malah akan membuat Sdr. Nuruddin lebih marah lagi.

Saya sebenarnya bertanya-tanya soal “timing”: kenapa dia melancarkan serangannya sekarang? Buku dan pandangan saya yang dia kritik itu sudah ditulis lama sekali. Itu pertanyaan sepintas muncul di kepala. Tak ada soal. Buku dan pandangan saya bisa dikritk kapan saja. Saya tidak menulis untuk dijadikan dogma. Sebaliknya, saya menulis untuk menstimulasi pikiran kritis. Jadi silakan kritik kapan saja.

Namun, tadi malam setelah mengisi acara diskusi di Malaysia yang sangat mengasyikkan, saya melihat status Facebook mas Zaprulkhan yang menyarankan saya supaya merespons karena kritik Sdr. Nuruddin disampaikan di medsos yang diakses luas. Saya pikir, sarannya cukup masuk akal. Terima kasih, mas!

Pagi ini, setelah sarapan, saya melihat-lihat status Sdr. Nuruddin untuk saya respons. Dan ternyata banyak sekali dan nadanya mirip. Dari bacaan saya, Sdr.Nuruddin cenderung mengambil poin-poin dari buku saya di luar konteks dan kemudian menisbatkannya kepada saya seolah-olah poin-poin tersebut adalah pandangan saya sendiri. Saya tidak mengerti kenapa dia punya kesimpulan seperti itu.

Pembaca buku tentu akan tahu tidak semua yang kita tulis adalah pendapat kita sendiri. Kita memang perlu mendiskusikan suatu masalah dari berbagai perspektif. Hal semacam ini juga tradisi ulama kita terdahulu yg menyajikan pandangan-pandangan beragam, termasuk pendapat yang sebenarnya mereka tolak.

Nah, Sdr.Nuruddin tidak (bisa) menbedakan mana pendapat penulis dan pandangan-pandangan lain yang dimaksudkan untuk memperkaya diskusi. Untuk menjadikan poin ini lebih jelas, saya akan memberikan satu contoh di mana Sdr. Nuruddin menuduh saya berpandangan “Muhammad tidak memiliki informasi yang memadai atau salah paham tentang ajaran Yahudi dan Kristen.” Dia juga menisbatkan kepada saya sebuah pandangan bahwa “kritik al-Qur’an terhadap keyakinan orang Kristen yang tampak keliru.”
Untuk membuktikan tuduhannya itu Sdr. Nuruddin menstabilo kuning kalimat dari buku “Polemik Kitab Suci” halaman 34-35.

Pada halaman 35, bagian yang dia highlight kuning sebagai berikut: “Pembacaan singkat atas al-Qur’an dapat mengantarkan kita pada kesimpulan bahwa Muhammad tidak memiliki informasi yang memadai atau salah paham tentang Yahudi dan Kristen. Sesungguhnya, beberapa kritik al-Qur’an terhadap orang Yahudi dan Kristen memunculkan sejumlah kesulitan bagi para sarjana. Contohnya adalah kritik al-Qur’an terhadap keyakinan orang Kristen yang tampak keliru.”

Sdr. Nuruddin menganggap “Muhammad tidak memiliki informasi yang memadai” dan “kritik al-Qur’an terhadap keyakinan orang Kristen yang tampak keliru” sebagai pandangan saya. Padahal, kalau dia membaca, minimal, seluruh paragraf akan tampak jelas bahwa saya sedang mendiskusikan kesarjanaan yang ada dalam soal itu.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keniscayaan Pemberantasan Peredaran Narkoba

Sabtu, 19 November 2022 | 20:20 WIB

Perubahan Pola Marketing

Jumat, 14 Oktober 2022 | 22:31 WIB

Napoleon Saja Dikalahkan Rusia, Apalagi...

Senin, 19 September 2022 | 21:38 WIB

Pesantren, Pseudo Pesantren, dan Tantangannya

Jumat, 16 September 2022 | 21:26 WIB

Cara Menghadirkan Sebanyak Mungkin Polisi di Lapangan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:07 WIB

Pemilu 2024 dan Pendidikan Politik Kaum Milenial

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:22 WIB

Refleksi Hari Kemerdekaan, Kaum Muda Bisa Apa?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:38 WIB

SATGASSUS

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:45 WIB
X