• Jumat, 20 Mei 2022

Santri Tutup Telinga Atas Suara Musik, Stigmatisasi yang Salah Sasaran

- Minggu, 19 September 2021 | 12:03 WIB
Santri tutup telingan atas musik yang diperdengarkan (Dok. Klikanggaran)
Santri tutup telingan atas musik yang diperdengarkan (Dok. Klikanggaran)

Klikanggaran.com-- Tulisan ini adalah tulisan pada akun Facebook Muhammad Jawi (link: https://www.facebook.com/Abu.Muhammad.AlJawy). Artikel ini menarik sebab mencermati fenomena gampangnya publik nyinyir terhadap sesuatu yang asing bagi dirinya. Muhamad Jawi menyoroti kasus santri-santri tutup telinga atas suara musik yang diperdengarkan ketika mereka akan melakukan vaksinasi.

Ya beberapa waktu lalu di medsos pro kontra terkait santri tutup telinga terhadap suara musik.

Apakah salahnya santri tutup telinga atas suara musik?

Parahnya lagi banyak yang mengaitkan sikap santri tutup telinga itu dengan sikap Taliban di Afganistan. Lah, piye sih.

Bagaimana lengkapnya pendapat dan pandangan Muhammad Jawi, silakan dibaca di bawah ini.

Baca Juga: Remaja Perempuan Di Ogan Ilir Palembang Tewas, Ditusuk Orang Tidak Dikenal

Saya sebelumnya menulis tentang betapa mudahnya orang nyinyir ketika melihat video prosesi Rambu Solo masyarakat Toraja, demikian juga tergesanya stigmatisasi terhadap para santri yang menutup telinga ketika musik disetel di tengah antri vaksin. Keduanya peristiwa yang berbeda dan tidak berkaitan, namun ada benang merah yang hampir sama.

Yaitu fenomena mudahnya orang berkomentar negatif atas sebuah peristiwa yang menurutnya asing, ini menjadi PR besar bagi dunia etika digital di tengah belum meratanya tingkat literasi digital masyarakat kita.

Dalam tulisan saya tentang video santri, banyak pendapat pro kontra, dan itu menurut saya sah-sah saja karena setiap orang punya perspektif yang berbeda. Namun melihat dinamika percakapan di media sosial, saya merasa perlu untuk ikut menyeimbangkan informasi, karena saya merasa bahwa stigmatisasi terhadap para santri itu kemungkinan besar salah sasaran, dan ini yang menjadi masalah penting.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dilema Puan Menjadi Presiden

Kamis, 21 April 2022 | 04:39 WIB

Kios SIAPkerja (Kasus BPVP Kabupaten Sidoarjo)

Rabu, 13 April 2022 | 13:33 WIB

Konsep Frasa Crazy Rich dan Orang Kaya

Selasa, 29 Maret 2022 | 16:48 WIB

Mandalika dan Penciptaan Lapangan Kerja

Selasa, 29 Maret 2022 | 13:06 WIB

Berkawan Akrab dengan Kehilangan

Rabu, 23 Maret 2022 | 08:14 WIB
X