• Sabtu, 4 Desember 2021

Santri Tutup Telinga Atas Suara Musik, Stigmatisasi yang Salah Sasaran

- Minggu, 19 September 2021 | 12:03 WIB
Santri tutup telingan atas musik yang diperdengarkan (Dok. Klikanggaran)
Santri tutup telingan atas musik yang diperdengarkan (Dok. Klikanggaran)

Klikanggaran.com-- Tulisan ini adalah tulisan pada akun Facebook Muhammad Jawi (link: https://www.facebook.com/Abu.Muhammad.AlJawy). Artikel ini menarik sebab mencermati fenomena gampangnya publik nyinyir terhadap sesuatu yang asing bagi dirinya. Muhamad Jawi menyoroti kasus santri-santri tutup telinga atas suara musik yang diperdengarkan ketika mereka akan melakukan vaksinasi.

Ya beberapa waktu lalu di medsos pro kontra terkait santri tutup telinga terhadap suara musik.

Apakah salahnya santri tutup telinga atas suara musik?

Parahnya lagi banyak yang mengaitkan sikap santri tutup telinga itu dengan sikap Taliban di Afganistan. Lah, piye sih.

Bagaimana lengkapnya pendapat dan pandangan Muhammad Jawi, silakan dibaca di bawah ini.

Baca Juga: Remaja Perempuan Di Ogan Ilir Palembang Tewas, Ditusuk Orang Tidak Dikenal

Saya sebelumnya menulis tentang betapa mudahnya orang nyinyir ketika melihat video prosesi Rambu Solo masyarakat Toraja, demikian juga tergesanya stigmatisasi terhadap para santri yang menutup telinga ketika musik disetel di tengah antri vaksin. Keduanya peristiwa yang berbeda dan tidak berkaitan, namun ada benang merah yang hampir sama.

Yaitu fenomena mudahnya orang berkomentar negatif atas sebuah peristiwa yang menurutnya asing, ini menjadi PR besar bagi dunia etika digital di tengah belum meratanya tingkat literasi digital masyarakat kita.

Dalam tulisan saya tentang video santri, banyak pendapat pro kontra, dan itu menurut saya sah-sah saja karena setiap orang punya perspektif yang berbeda. Namun melihat dinamika percakapan di media sosial, saya merasa perlu untuk ikut menyeimbangkan informasi, karena saya merasa bahwa stigmatisasi terhadap para santri itu kemungkinan besar salah sasaran, dan ini yang menjadi masalah penting.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pentingnya Perencanaan Tenaga Kerja di Perusahaan

Jumat, 19 November 2021 | 18:32 WIB

Mengenali Penyakit-Penyakit Batin

Sabtu, 6 November 2021 | 13:45 WIB

Menyamakan Editor dengan Polisi Saltik: Anda Waras?

Selasa, 2 November 2021 | 15:57 WIB

Keikutsertaan Lendir dalam Sebuah Karya Sastra

Selasa, 2 November 2021 | 12:24 WIB

Revolusi Bahasa

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 15:57 WIB

Jangan Meletakkan Kebahagiaan di Mulut Orang

Jumat, 29 Oktober 2021 | 14:03 WIB

Makna Sumpah Pemuda buat Pejabat

Jumat, 29 Oktober 2021 | 06:26 WIB

Makna Sumpah Pemuda buat Milenial Kekinian

Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:39 WIB

MBOK GINAH, LEO KRISTI DAN YEHUDI MENUHIN (2)

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:27 WIB
X