Dua Gelas Kisah Bagian Empat

- Senin, 30 Agustus 2021 | 21:23 WIB
Dua Gelas Kisah (Dok.klikanggaran.com/Sekar)
Dua Gelas Kisah (Dok.klikanggaran.com/Sekar)

“Kurang, dong,” suara laki-laki menimpali. “Kamu, sih, minta buru-buru pulang ke Cirebon. Selalu dengan alasan anak-anak tidak ada yang jaga.”

Tunggu! Dengan siapa Yuna bicara?

“Sudah, ya, besok lagi video call-nya. Mataku lengket sekali,” suara Yuna lagi.

Oh, tidak! Ini sangat tidak bagus. Ingin sekali aku mendobrak pintu kamar mandi dan memergoki mereka berdua, tetapi aku terlalu lelah. Dan, ini sudah hari Kamis.

Baca Juga: Visitasi ke Desa Wisata Kampuang Minang Nagari Sumpu, Ini Kata Menparekraf

Aku kembali ke kamar anak-anak, memberikan boneka beruang kepada Kirana, dan menjatuhkan diri di sofa. Beruntungnya aku, tubuh ini memang sudah lelah luar biasa, jadi aku tidak sempat memikirkan kejadian barusan.

Baru pagi harinya, ketika duduk bersama di meja makan untuk sarapan, aku menanyakan soal telepon semalam kepada Yuna. Dan, jawaban Yuna adalah, “Biasa, soal pekerjaan. Ada rencana ke Bandung lagi minggu depan. Kasus sengketa rumah mewah.”

Mendengar penjelasan Yuna yang tak seberapa, aku seperti sudah tahu bagaimana akhirnya. Sebenarnya aku ingin sekali melanjutkan pembicaraan itu, menanyakan lagi soal suara lelaki yang sempat kudengar, tetapi tak kulakukan. Apa aku terlalu takut? Sampai sejauh ini, tak terpikirkan olehku akan adanya sebuah perpisahan. Aku menikahi Yuna untuk seumur hidup, bukan seumur jagung.

“Memangnya semalam kamu masuk kamar, Ru?” tanya Yuna sambil tetap mengoles roti tawar dengan selai kacang.

“Iya, cuma buat ambil boneka Kirana yang tertinggal … di kamar kita.”

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi : Menjadi Kartini

Kamis, 21 April 2022 | 07:18 WIB

Fabel : Kisah Amora, Ayam yang Belajar Ikhlas

Kamis, 7 April 2022 | 07:39 WIB

CERPEN: Aku Tunggu di Hotel Sekarang!

Minggu, 13 Maret 2022 | 07:47 WIB

CERPEN: Aku Kehilangan Diriku Sendiri

Selasa, 1 Maret 2022 | 14:44 WIB

CERPEN: Taman Langit

Selasa, 1 Maret 2022 | 10:46 WIB

Puisi Malam yang Sakit

Jumat, 28 Januari 2022 | 21:11 WIB

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB

Cerbung Kabut Pembatas Dua Dunia

Jumat, 17 Desember 2021 | 20:05 WIB

Cerbung: Tanda Cinta di Wajah Pias

Rabu, 15 Desember 2021 | 18:28 WIB

Cerbung: Wajah Pias dalam Pelukan

Selasa, 14 Desember 2021 | 21:26 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Hati Venerose

Kamis, 9 Desember 2021 | 18:06 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Antara Dua Hati

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:40 WIB

Puisi untuk Sahabat

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:52 WIB

Puisi: Aku Adalah

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:32 WIB

Puisi: Jeritan Malam

Minggu, 5 Desember 2021 | 22:31 WIB

Cerbung Samudra Ingin Kembali

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:28 WIB
X