• Senin, 15 Agustus 2022

Dua Gelas Kisah Bagian Satu

- Senin, 30 Agustus 2021 | 16:29 WIB
Dua Gelas Kisah (Dok.klikanggaran.com/Sekar)
Dua Gelas Kisah (Dok.klikanggaran.com/Sekar)

Bagaimana jika manusia memiliki kuasa untuk berpindah masa? Berpindah ruang dan waktu hanya dalam hitungan detik atau satu kali kerjapan mata. Membereskan segalanya, lalu kembali ke masa sekarang, atau tinggal dan meneruskan setelan baru di sana. Kalau betul ada, aku ingin sekali kembali ke masa belasan tahun lalu, saat aku pertama kali melihat wajahnya. Wajah Yuna, wajah ibu dari dua anakku, wajah perempuan yang telah membuatku jatuh hati.

“Ru, jangan berkhayal!”

Mataku mengerjap satu kali. Di hadapanku duduk seorang perempuan dengan rambut ikal sebahu. Kacamata minus menghiasi wajahnya, menutupi mata sipit yang selalu tajam menatapku. Tubuhnya terbalut gaun putih tulang sebatas lutut, membiarkan betisnya terpapar matahari pagi, membuat tungkai itu tampak seperti cawan bening berisi air susu.

Ah, aku sampai lupa kalau saat ini aku sedang mengobrol dengan Moy di taman kota.

Baca Juga: Clubhouse meluncurkan fitur surround-sound untuk membantu obrolan terasa seperti hidup

“Kamu selalu melamun kalau kita sedang mengobrol,” tambah Moy. Ia kembali menyesap kopi gula aren yang tersisa sedikit di gelas plastik berbalut embun dari es batu. “Ulangi sekali lagi, kamu bakal tahu jitakanku tiada duanya.”

Aku menarik otot sekitar bibirku. Sedikit saja, agar Moy tahu aku masih hidup. “Sorry, Moy. Terjadi begitu saja, gara-gara wanita itu.” Aku menunjuk jauh ke balik punggung Moy dengan gerakan kepalaku. “Mirip sekali,” bibirku bergumam lemah.

Moy memalingkan kepala ke arah yang kutunjuk. Dengan cepat ia kembali menghadapku, lalu bicara, “Mirip, ya?”

Aku mengangguk.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puisi : Menjadi Kartini

Kamis, 21 April 2022 | 07:18 WIB

Fabel : Kisah Amora, Ayam yang Belajar Ikhlas

Kamis, 7 April 2022 | 07:39 WIB

CERPEN: Aku Tunggu di Hotel Sekarang!

Minggu, 13 Maret 2022 | 07:47 WIB

CERPEN: Aku Kehilangan Diriku Sendiri

Selasa, 1 Maret 2022 | 14:44 WIB

CERPEN: Taman Langit

Selasa, 1 Maret 2022 | 10:46 WIB

Puisi Malam yang Sakit

Jumat, 28 Januari 2022 | 21:11 WIB

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB

Cerbung Kabut Pembatas Dua Dunia

Jumat, 17 Desember 2021 | 20:05 WIB

Cerbung: Tanda Cinta di Wajah Pias

Rabu, 15 Desember 2021 | 18:28 WIB

Cerbung: Wajah Pias dalam Pelukan

Selasa, 14 Desember 2021 | 21:26 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Hati Venerose

Kamis, 9 Desember 2021 | 18:06 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Antara Dua Hati

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:40 WIB

Puisi untuk Sahabat

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:52 WIB

Puisi: Aku Adalah

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:32 WIB

Puisi: Jeritan Malam

Minggu, 5 Desember 2021 | 22:31 WIB

Cerbung Samudra Ingin Kembali

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:28 WIB
X