• Selasa, 25 Januari 2022

Ketika Sekumpulan Perajin Gula Kristal Menjadi Percontohan IKM Indonesia yang Berbasis Digital

- Selasa, 7 Desember 2021 | 21:34 WIB
Gula Kristal (Dok. KSU Nira Satria)
Gula Kristal (Dok. KSU Nira Satria)


KLIKANGGARAN - Awalnya hanya sekumpulan beberapa Penderes Nira kelapa yang berkumpul usai mereka bekerja. Hingga akhirnya mendirikan sebuah koperasi. Akhinya Koperasi Serba Usaha (KSU) yang diberi nama Nira Satria di Desa Pernasidi Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas,Jawa Tengah.

KSU ini kini menjadi percontohan Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia yang sudah memasuki industri 4.0, atau berbasis digital sehingga tercipta efesiensi dan mendapatkan jalan keluar dari sejumlah masalah yang dihadapi.

Menurut Ketua KSU Nira Satria Nartam Andre Nusa menuturkan, KSU Nira Satria membeli gula kelapa kristal organik dari anggotanya saat ini, Rp17 ribu - Rp20 ribu perkilogram. Selain itu para anggota mendapatkan asuransi BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Bonsai: Tanaman Hias Mini Berasal dari China, tetapi Jepang yang Mempopulerkannya

"Koperasi kami sejak Maret 2020, mendapatkan bantuan peralatan digitalisasi proses produksi dari Kementerian Perindustrian RI. Industri kecil berupa pengolahan gula kelapa kristal di Banyumas ini, hampir dua tahun terakhir menerapkan sistem menerapkan Revolusi Industri 4.0 dengan digitalisasi dalam melakukan proses produksi. Manfaat digitalisasi sangat dirasakan oleh pengelola KSU Nira Satria," jelas Nartam.

Anggota KSU Nira Satria berjumlah 892 orang, dari berbagai desa di Banyumas. Dengan produksi gula kelapa kristal organik rata- rata perbulan saat ini mencapai 70- 80 ton, dengan pemasaran utama ke sejumlah negara Eropa, Amerika Utara, Australia, Afrika Selatan dan Asia Timur.

"Sejak menerapkan digitalisasi, dari bantuan dari Kementerian Perindustrian RI, kami mampu meningkatkan efesiensi untuk produksi seperti bahan bakar hingga 30 persen, kecepatan dan ketepatan kualitas produk, dan pemantuan produksi secara digital yang dapat dilakukan dimanapun," katanya.

Baca Juga: Sudah Resmi, Ipda OS Penembak di Exit Tol Bintaro Jadi Tersangka, Terungkap Alasan Penembakan oleh Ipda OS

Ia menambahkan produk dari petani, pengepul dan koperasi, bisa dites dari mana produk itu. Dari siapa, dari petani mana bisa dilakukan dengan cara barcoding masing- masing produk petani.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ponsel BlackBerry Kehilangan Semua Fungsionalitas

Minggu, 2 Januari 2022 | 08:38 WIB

Erick Thohir Ikut Nimbrung Soal Toilet di SPBU Pertamina

Selasa, 23 November 2021 | 14:33 WIB

Lima Pesawat N-219 PT DI Dibeli Sejumlah Kader NU

Jumat, 12 November 2021 | 13:53 WIB
X