• Senin, 23 Mei 2022

Aktivis Antikorupsi Soroti Dugaan Carut Marut Keuangan di PT Linggau Bisa

- Minggu, 14 November 2021 | 17:35 WIB
Aktivis antikorupsi Sumsel, Ir Feri Kurniawan (Dok.Klikanggaran.com/BudiS)
Aktivis antikorupsi Sumsel, Ir Feri Kurniawan (Dok.Klikanggaran.com/BudiS)

KLIKANGGARAN - Aktivis antikorupsi Sumsel, Ir Feri Kurniawan, menyoroti dugaan carut marut keuangan di PT Linggau Bisa. Menurutnya, carut marut itu mengindikasikan adanya alur kas keluar yang patut diduga tidak dapat diyakini kebenarannya.

"Pajak, biaya operasional, investasi dan RKAP di PT Linggau Bisa adalah alat bukti adanya indikasi korupsi. Ini bagi para aparat penegak hukum untuk bisa menindaklanjuti secara hukum," kata Aktivis antikorupsi Sumsel, Ir Feri Kurniawan seperti pernyataannya diterima oleh Klikanggaran.com, Minggu, 14 November 2021.

PT Linggau Bisa selaku Badan Usaha Milik Daerah mempunyai visi dan misi mencari keuntungan (bisnis Oriented) dalam kerangka menambah income daerah.

Feri berandai, seandainya pengurus perusahaan PT Linggau Bisa dipilih dan diangkat dari kaum profesional, maka pastinya akan menjadi mesin uang bagi pemerintah daerah dan menjadi perusahaan kebanggaan masyarakat setempat.

Baca Juga: Kilang Pertamina RU IV Cilacap Terbakar, CERI Duga Bukan Petir Penyebab Utamanya

"Sahabat saya China kebon diberi bapaknya mobil Hi Ace butut sekarang sudah menjadi pengusaha besar angkutan karena orientasi bisnisnya berjalan," sindir Feri Kurniawan sambil tertawa.

"Beda dengan pengurus perusahaan daerah yang dimodali uang besar Pemerintah dan selalu mendapat tambahan modal namun selalu merugi," kata Feri Kurniawan.

Lanjut Feri, Feasibility Study saat membuat Perusda ibarat cerita komik dimana semuanya mudah dan menghasilan untung besar. Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tidak disusun oleh profesional sehingga tidak tergambar dengan jelas oriented bisnis usaha dan lebih fokus kepada biaya operasional.

"Membongkar kerugian negara BUMD ibarat membalik telapak tangan karena modusnya jelas dan mudah dibaca. Rekayasa itu tergambar dari biaya operasional yang besar dengan core bisnis Gurem," jelas Feri Kurniawan.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X