• Kamis, 11 Agustus 2022

Pertamina di Regasifikasi LNG Cilacap, Adakah Pengaturan Lelang dalam Proyek Senilai Rp 2,2 Triliun Ini?

- Minggu, 5 Desember 2021 | 22:20 WIB
Ilustrasi dugaan kejanggalan di proyek besar Pertamina (Dok.pexels.com/AnthonyShkraba)
Ilustrasi dugaan kejanggalan di proyek besar Pertamina (Dok.pexels.com/AnthonyShkraba)

“Ada yang aneh dan mengherankan terkait proses evaluasi administarasi dan teknis,” kata Yusri.

“Sebab Adhi Karya, Rekind, Wika, dan JGC yang dinyatakan tidak lulus secara teknis, jusru merupakan perusahaan yang sangat berpengalaman mengerjakan pekerjaan yang jauh lebih sulit dibandingkan hanya pekerjaan pembangunan Terminal Regasifikasi LNG seperti yang di Cilacap itu,” lanjutnya.

Yusri menjelaskan, dasar kecurigaan karena perusahaan-perusahaan yang tidak lulus secara teknis itu merupakan kontraktor besar dan hebat. Ada yang pernah mengerjakan pembangunan Kilang Pengolahaan LNG Tangguh Papua. Ada yang pernah mengerjakan Kilang RFCC Cilacap serta RDMP Balikpapan.

“Ada yang ditunjuk oleh British Petroleum (BP) untuk ekspansi Kilang LNG Tangguh Train 3 dengan total nilai proyek USD 1, 4 miliar. Wika juga ditunjuk sebagai pelaksana Central Procecing Plant (CPP) LNG Matindok. PT Rekind sudah pernah mengerjakan banyak proyek sejenis. Mulai dari FSRU Lampung, proyek RDMP Balikpapan, RDMP Balongan dan terakhir ikut mengerjakan Dual FEED Competition Kilang Olefin TPPI Tuban," papar Yusri.

“Jadi, entah disengaja atau kebetulan, telah terjadi proses yang terkesan hanya untuk meloloskan konsorsium PT PP,” lanjutnya.

Baca Juga: Gunung Semeru Meletus, Puan: Utamakan Penyelamatan Warga

Tidak hanya itu, Yusri juga mengatakan, hal yang sama mungkin terjadi juga di proses lelang pemasangan pipa gas dari Senipah ke Kilang Balikpapan yang bernilai sekitar Rp1,2 triliun.

“Seperti terlihat dari dokumen lelang bernomor 180 P/PG3400/2021 tanggal 6 Agustus 2021," kata Yusri.

Proses lelang pekerjaan dimaksud Yusri dilakukan oleh anak usaha subholding PT PGN (Persero) Tbk, yaitu oleh Tim Lelang PT Pertamina Gas pada periode waktu yang hampir berdekatan.

“Di sini yang diluluskan hanya konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - PT Elnusa (Persero) Tbk. Konsorsium yang tersingkir tahap evaluasi administrasi dan teknis adalah konsorsium PT Adhi Karya ( Persero) Tbk- PT Pgasol dan konsorsium PT Pertamina Driling Contraktor- PT Waskita Karya (Persero ) Tbk," tutur Yusri.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X