• Sabtu, 20 Agustus 2022

KHUTBAH JUMAT: Mengapa Harga Minyak Goreng Melambung Tinggi?

- Jumat, 18 Maret 2022 | 14:54 WIB
Ilustrasi: minyak goreng (dok. Ist)
Ilustrasi: minyak goreng (dok. Ist)

Baca Juga: Latihan Bebas 1 Pertamina Grand Prix Indonesia 2022 Pol Espargaro Teratas Ungguli Oliveira dan Marc Marquez

Mengapa harga CPO terkerek tinggi? Ada faktor pemulihan ekonomi pasca pandemi. Lainnya dampak berantai karena kenaikan harga komoditas primer yang dipimpin oleh minyak mentah. Ada juga faktor penurunan produksi CPO oleh dua produsen utama, Indonesia dan Malaysia. Produksi CPO Indonesia turun tipis, dari 51,6 juta ton pada 2020 ke 51.3 juta ton pada 2021.

Ketiga, dunia sedang galau untuk menggeser energi fosil. Energi non-fosil dibaurkan agar mengurangi konsumsi fosil yang tidak ramah lingkungan. Di sektor transportasi, dunia memperkenalkan biofuel yang diolah dari campuran fosil dan minyak nabati. CPO dipakai sebagai komponen HSD yang dikenal dengan biosolar.

Pemerintah menetapkan kebijakan mandatori biodiesel, dengan program B20 dan B30. Pertamina memproduksi biosolar, dengan kandungan CPO 20 persen dan 30 persen. Ambisinya bahkan B100, artinya 100% dari CPO. Akibatnya terjadi ‘perang’: sawit untuk pangan atau untuk energi.

Baca Juga: Tonton Pertandingan Sepak Bola Favorit Anda Melalui Mola TV

Jatah untuk pangan berkurang, konsumsi untuk energi naik. CPO untuk biodiesel naik dari 5,83 juta ton pada 2019 menjadi 7,23 juta ton pada 2020 dan 7,34 ton pada 2021.

Keempat, di tengah kenaikan harga dan realokasi konsumsi CPO, produsen minyak goreng menyesuaikan harga. Harga migor di pasaran melambung. Konsumen menjerit, pemerintah turun tangan.

Pemerintah menetapkan DMO (Domestic Market Obligation) dan DPO (Domestic Price Obligation). Cara pertama adalah memaksa eksportir untuk memasok kebutuhan CPO dalam negeri. Cara kedua adalah dengan menetapkan HET.

Pemerintah menetapkan harga migor di tingkat konsumen di kisaran Rp 11.500 – Rp 14.000 per liter. Apa yang terjadi? Produsen melawan, spekulan bermain. Migor lenyap di pasaran. Distributor menimbun. Konsumen mengalami panic buying.

Baca Juga: Inilah Beberapa Orang yang Dibolehkan Tidak Melakukan Salat Jum'at, Siapakah Saja?

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemilu 2024 dan Pendidikan Politik Kaum Milenial

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:22 WIB

Refleksi Hari Kemerdekaan, Kaum Muda Bisa Apa?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:38 WIB

SATGASSUS

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:45 WIB

23 Juni 2022, UTBK dan Masa Depan NU

Kamis, 23 Juni 2022 | 08:22 WIB

Dilema Puan Menjadi Presiden

Kamis, 21 April 2022 | 04:39 WIB

Kios SIAPkerja (Kasus BPVP Kabupaten Sidoarjo)

Rabu, 13 April 2022 | 13:33 WIB
X