• Selasa, 30 November 2021

Gara-gara Tak Punya Aplikasi Ini, Nyaris Gagal Beli Sembako

- Minggu, 19 September 2021 | 21:16 WIB
Antara keharusan memiliki aplikasi dan kebutuhan (Dok.klikanggaran.com/KR)
Antara keharusan memiliki aplikasi dan kebutuhan (Dok.klikanggaran.com/KR)

Klikanggaran.com - Pernah merasakan nyaris gagal belanja gara-gara tak punya aplikasi tertentu di ponsel? Dahulu, pertanyaan itu tentu bikin dahi berkerut-kerut. Apa hubungannya aplikasi dan niat belanja? Sekarang, kegiatan apa yang tidak mengandalkan ponsel sebagai alat bantunya, apalagi di masa pandemi seperti ini?

Adalah aplikasi PeduliLindungi yang tampaknya menjadi aplikasi wajib bagi tiap pemilik ponsel. Aplikasi tersebut merupakan rancangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian BUMN yang digunakan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas dalam mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia. Berbasis kepedulian terhadap sesama, diharapkan aplikasi ini dapat membantu kita dalam melacak jangkauan virus di sekitar kita.

Dalam praktiknya, aplikasi ini digunakan ketika kita check in dan check out di tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian, seperti pasar, supermarket, kompleks perkantoran, rumah sakit, atau mal. Akan terlacak siapa saja yang masuk dan keluar, serta apakah orang tersebut sudah melakukan vaksin atau belum. Juga, bisa terlacak pula riwayat perjalanan dari seseorang, barangkali saja ia lupa. Hanya saja, apakah proses tersebut bisa betulan diaplikasikan di level terbawah komunitas?

Baca Juga: Hasil Liga 1 . PSS Sleman Kalahkan Arema 2-1. Pelatih Dejan Antonic Diberi Kartu Kuning

Maksudnya begini. Apakah semua orang memiliki ponsel? Kalaupun punya, apakah itu adalah jenis ponsel layar sentuh dengan operating system berbasis Android yang bisa dipasangi PeduliLindungi? Jika sudah terpasang, apakah ia paham penggunaannya? Bagaimana jika pemilik ponsel adalah seorang lansia yang dipaksa anak cucunya pegang ponsel canggih, padahal hanya bisa menerima telepon sementara tidak paham apa itu Play Store?

Sore lalu saya ke sebuah toko swalayan untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga. Tokonya tidak terlalu besar, tetapi tidak bisa juga dikatakan kecil. Biasanya, sekuriti hanya akan menembakkan thermogun dan meminta pengunjung untuk mencuci tangan. Akan tetapi, kemarin saya diminta memindai kode melalui aplikasi PeduliLindungi. Kaget? Jelas! Sebab, saya memang tidak memasang aplikasi tersebut di ponsel. Bwahahaha …

Selain itu, saya ditanya juga soal vaksin. Saya jawab saja saya belum vaksin karena masih terhalang komorbid dan harus konsultasi lebih dahulu. Sekuriti tersebut sejenak tampak bimbang, apakah akan melarang saya masuk atau membiarkan. Saya? Tetap bergegas mengambil troli belanja karena memang saya butuh membeli sesuatu.

Baca Juga: Kegiatan Penagihan Pajak di Pemprov DKI Jakarta, Kok Begini, Ya?

Di meja kasir, saya sempat menanyai yang bertugas. Kasir mengatakan bahwa syarat tersebut baru sekian hari berjalan. "Instruksi dari atas," terangnya.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pentingnya Perencanaan Tenaga Kerja di Perusahaan

Jumat, 19 November 2021 | 18:32 WIB

Mengenali Penyakit-Penyakit Batin

Sabtu, 6 November 2021 | 13:45 WIB

Menyamakan Editor dengan Polisi Saltik: Anda Waras?

Selasa, 2 November 2021 | 15:57 WIB

Keikutsertaan Lendir dalam Sebuah Karya Sastra

Selasa, 2 November 2021 | 12:24 WIB

Revolusi Bahasa

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 15:57 WIB

Jangan Meletakkan Kebahagiaan di Mulut Orang

Jumat, 29 Oktober 2021 | 14:03 WIB

Makna Sumpah Pemuda buat Pejabat

Jumat, 29 Oktober 2021 | 06:26 WIB

Makna Sumpah Pemuda buat Milenial Kekinian

Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:39 WIB

MBOK GINAH, LEO KRISTI DAN YEHUDI MENUHIN (2)

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:27 WIB
X