Kerap Gonta-Ganti Direksi BUMN, DPR Sentil Erick Thohir: Pembantu Presiden Tak Boleh Berkehendak Semaunya

- Senin, 20 Desember 2021 | 16:32 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir (Twitter/@erickthohir)
Menteri BUMN, Erick Thohir (Twitter/@erickthohir)

KLIKANGGARAN -- Rencana Menteri BUMN, Erick Thohir, yang bakal melakukan perombakan Direktur Utama (Dirut), Direksi, dan Komisaris sejumlah BUMN, terutama klaster Mineral dan Energi, mendapatkan kritikan dari Anggota DPR RI, salah satunya berasal dari anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan, Yulian Gunhar.

Gunhar menuturkan, bahwasanya acapkali perombakan Direksi BUMN yang dilakukan Erick Thohir belum nampak penilaiannya.

"Perombakan yang dilakukan oleh Menteri BUMN dibawah Erick Thohir, terutama terhadap BUMN yang berada dalam klaster Mineral dan Energi, belum terlihat apa parameter penilaiannya atau evaluasi kinerjanya yang menjadi alasan perombakan," ujar Gunhar, pada Klikanggaran.com, Senin (20/12).

Dia menambahkan, penggunaan parameter yang jelas dalam perombakan suatu badan usaha harus digunakan oleh Erick Thohir, apalagi selevel BUMN yang menangani aset-aset strategis.

Baca Juga: Berikut Tiga Sosok Wanita Terkaya di Indonesia Tahun 2021 Versi Forbes

"Sehingga perombakan bisa dipahami publik dan investor dengan baik, dan tidak dianggap bermotif subjektif. BUMN itu badan usaha yang harus jelas parameternya. Berbeda halnya dengan perombakan di tubuh lembaga politik seperti partai politik, yang tentunya kental dengan nuansa subjektifitas, karena menyangkut kesamaan ide (gagasan) serta loyalitas terhadap pimpinan," katanya.

Tanpa parameter yang jelas, kata Gunhar, perombakan yang dilakuan justru membingungkan.

"Lantaran beberapa BUMN yang berhasil meraih laba, ternyata pimpinannya malah mengalami perombakan. Padahal Gunhar menambahkan, salah satu parameter keberhasilan sebuah badan usaha adalah bagaimana mereka mencapai laba usaha."

"Beberapa BUMN yang sukses mendapat laba malah dirombak. Padahal keberhasilan badan usaha adalah maraih laba," katanya.

Baca Juga: Mengulik Hikmah Sebuah Layangan, Berikut Enam Poin Penting yang Dapat Kamu Ambil, Tak Bikin Layangan Putus

Politisi PDI Perjuangan Dapil Sumatera Selatan II juga mempertanyakan urgensi rencana perombakan beberapa BUMN seperti PT Bukit Asam, PT Timah, PT Aneka Tambang melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Desember 2021 ini. Padahal, menurutnya, beberapa BUMN itu ternyata juga cukup sukses meraih laba.

"Menteri BUMN berencana merombak pimpinan di  PT Bukit Asam (PTBA),  PT Aneka Tambang (ANTM) dan PT Timah. Padahal BUMN itu semuanya mencetak laba. Seperti  PT Bukit Asam yang sukses meraih keuntungan Rp7 triliun, yang notabene sebagai keuntungan tertinggi dalam sejarah berdirinya. Kemudian PT Aneka Tambang (ANTAM) yang  berhasil menaikan laba bersih Rp 1,16 triliun di semester I-2021. Begitu juga PT Timah Tbk telah mencatat pendapatan usaha Rp 9,69 triliun hingga kuartal III 2021," ungkapnya.

Melihat berbagai langkah menteri BUMN Erick Thohir itu, Gunhar beranggapan sudah saatnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersikap.

Baca Juga: Inilah Wajah Prada Yotam Bugiangge yang Bawa Kabur Senpi SS-2 V1

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelindo Berikan Diskon Penumpukan Hingga 50 Persen

Minggu, 16 April 2023 | 23:34 WIB
X