• Sabtu, 22 Januari 2022

Novel: Kopi Sore dan Timbunan Cinta Bagian Empat

- Minggu, 12 September 2021 | 22:10 WIB
Kopi Sore dan Timbunan Cinta (Dok.klikanggaran.com/Dodi)
Kopi Sore dan Timbunan Cinta (Dok.klikanggaran.com/Dodi)

Satu tahun berlalu. Ratih sedikit demi sedikit dapat menasehati hatinya agar tidak terus menangisi kepergian Gading. Setelah pertemuan terakhir keduanya, esok hari Gading mengabarkan bahwa dia tidak dapat ikut ujian di kampus karena harus segera pulang ke kampong halaman. Kopi sore dan timbunan cinta yang diharapkan Ratih bakal terhampar lagi di hadapannya bersama Gading, harus kandas.

Satu, dua, tiga, dan sampai pada bulan ke enam tak ada secuil pun kabar dari Gading. Sampai pada pertengahan bulan berikutnya datang undangan pernikahan Gading untuknya. Hari demi hari dihabiskan Ratih dengan mengunjungi kedai-kedai kopi yang biasa mereka singgahi. Dia tuang sendiri kopi sore dan timbunan cinta di atas tatakan cangkir seperti biasanya. Mencoba menyimpan wajah Gading dengan rapi di salah satu sudut hatinya.

Satu tahun sudah Ratih merana seorang diri, tiap hari menuang kopi sore dan timbunan cinta, berpindah dari satu kedai ke kedai kopi lain. Hari ini, Ratih membulatkan tekad untuk tak lagi meratapi hilangnya Gading dari kehidupannya. Cinta untuk Gading akan disimpannya, tak dibuang atau dilenyapkan, tak juga dipupuk agar tumbuh subur. Hanya disimpan, sebagai monumen, agar kelak dia masih bisa tersenyum untuk dirinya sendiri.

Baca Juga: Wanita Jalang

“Cintaku padanya masih utuh sepertinya, hingga belum ada satu pun pemuda lain yang bisa menggantikannya di hatiku,” gumam Ratih sore ini, duduk sendiri di salah satu sudut café.

“Dia bilang tak bisa jauh dariku…”

“Dia bilang tak bisa jauh dariku…”

“Dia bilang tak bisa jauh dariku…”

“Sekarang dia menghilang.”

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB

Cerbung Kabut Pembatas Dua Dunia

Jumat, 17 Desember 2021 | 20:05 WIB

Cerbung: Tanda Cinta di Wajah Pias

Rabu, 15 Desember 2021 | 18:28 WIB

Cerbung: Wajah Pias dalam Pelukan

Selasa, 14 Desember 2021 | 21:26 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Hati Venerose

Kamis, 9 Desember 2021 | 18:06 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Antara Dua Hati

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:40 WIB

Puisi untuk Sahabat

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:52 WIB

Puisi: Aku Adalah

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:32 WIB

Puisi: Jeritan Malam

Minggu, 5 Desember 2021 | 22:31 WIB

Cerbung Samudra Ingin Kembali

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:28 WIB

Cerbung: Samudra di Lautan Malas

Minggu, 5 Desember 2021 | 13:06 WIB

Puisi: Tepian Asmara

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:20 WIB

Cerbung: Cicak Merayap di Dinding

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:08 WIB

Puisi: Pulau Asmara

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:33 WIB

Cerbung: Cicak Jatuh di Halaman

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:19 WIB

Puisi: Biruku

Kamis, 2 Desember 2021 | 18:04 WIB
X