Diduga Ada Permainan Proyek di Kemendesa PDT dan Transmigrasi, Ini Beberapa Catatan CBA

- Minggu, 5 Desember 2021 | 15:57 WIB
Ilustrasi dugaan permainan proyek di Kemendesa PDT dan Transmigrasi (Dok.pexels.com/Pixabay)
Ilustrasi dugaan permainan proyek di Kemendesa PDT dan Transmigrasi (Dok.pexels.com/Pixabay)

Baca Juga: Gunung Semeru Meletus, Jokowi: Keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi

Menurut catatan Jajang, dalam tender ulang Pagu Anggaran dan HPS yang sebelumnya efisien senilai Rp700 atau 600 juta. Tiba-tiba melambung pagu anggarannya menjadi Rp 1,2 miliar. Sementara HPS menjadi Rp 900 juta.

“Padahal dalam tender ulang ini, yang memenangkan proyek masih perusahaan yang sama, yaitu CV Putra Jasindo bersaudara,” ujar Jajang.

“Setelah berganti Satker, Pokja, dan sebagainya, nilai proyek yang disepakati malah semakin mahal Rp877.500.000,” lanjutnya.

Jajang juga mengatakan, dugaan permainan proyek fotocopy Sekjend Kemendes ini masih berlanjut di tahun 2021. Bahkan semakin menjadi-jadi.

Baca Juga: SKB CPNS Luwu Utara Resmi Berakhir, Sepasang Suami Istri Raih Nilai Tertinggi Kedua

Ungkapan Jajang itu dibuktikan dengan adanya dugaan berikutnya. Proyek fotocopy Digital tahun 2021 pagu dan HPS seperti sengaja dibuat sama dan mahal, yaitu Rp1.210.000.000.

Adapun yang memenangkan proyek masih perusahaan yang sama, CV Putra Jasindo bersaudara. Harganya mneurut Jajang selangit, yaitu sebesar Rp1.207.580.000.

“Dugaan modus permainan proyek fotocopy ini mirip-mirip dengan modus proyek Cleaning Service senilai Rp16,6 miliar dengan pemenang yang sama dan harga tidak wajar,” tutur Jajang.

“Sewa kendaraan pada sekjen senilai Rp2,1 miliar juga berbau persekongkolan. Modus dan pola yang sama, akibatnya sama juga, merugikan keuangan negara. Ini terus berulang pada Kemendes PDT dan Transmigrasi,” papar Jajang.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X