• Selasa, 21 September 2021

Pengadaan Material LLD Terlambat dan Dibatalkan, Ini yang Ditanggung Pertamina

- Sabtu, 11 September 2021 | 16:37 WIB
Kerugian Pertamina karena pengadaan Material LLD dibatalkan (Dok.klikanggaran.com/KitRose)
Kerugian Pertamina karena pengadaan Material LLD dibatalkan (Dok.klikanggaran.com/KitRose)

Jakarta, Klikanggaran.com - Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan Turn Around (TA) diketahui bahwa Pertamina RU IV Cilacap merencanakan kegiatan TA Unit CDU I pada tahun 2017. Kegiatan dilaksanakan selama 27 hari yang dimulai tanggal 21 Oktober 2017 pukul 00:00 sampai dengan tanggal 16 November 2017 pukul 23:59. Realisasi pelaksanaan TA Unit CDU I dimulai tanggal 21 Oktober 2017 pukul 00:00 sampai dengan tanggal 23 November 2017 pukul 23:00, atau mengalami keterlambatan selama 7 hari.

Pertamina harus memiliki strategi pengadaan agar seluruh material yang dibutuhkan sudah ada sebelum kegiatan TA dimulai yaitu tanggal 21 Oktober 2017. Strategi pengadaan material kebutuhan TA ditentukan berdasarkan kategori bill of material yang dikelompokkan berdasarkan waktu pengiriman pada saat proses pengadaan, yaitu material kategori Long Lead Delivery (LLD) dan Non Long Lead Delivery (Non LLD). Pengadaan barang LLD adalah pengadaan untuk material yang memerlukan waktu pengadaan lebih dari 12 bulan setelah terbit surat pesanan atau Purchase Order (PO).

Hasil pemeriksaan secara uji petik atas pengadaan barang LLD untuk TA Unit CDU I Tahun 2017 diketahui terdapat 29 pengadaan barang LLD untuk kegiatan TA Pertamina RU IV Cilacap Tahun 2017 sebesar Rp18.197.000.000,00 yang waktu pengadaannya antara 180 hari s.d. 224 hari atau kurang dari 12 bulan setelah terbit PO.

Baca Juga: Kurang Cermat, 5 Pekerjaan di Pertamina RU IV Cilacap Ini Rugikan Keuangan Perusahaan

Hasil pemeriksaan atas pelaksanaan 29 pengadaan barang LLD tersebut diketahui permasalahan: a) Hasil pekerjaan pada 17 kegiatan pengadaan material LLD terlambat; b) Pengadaan pada 12 material LLD dibatalkan

Permasalahan tersebut mengakibatkan:

a. RU IV Cilacap menanggung risiko operasional (kebocoran) karena lingkup pelaksanaan TA tidak sesuai rencana.

b. RU IV Cilacap menanggung pemborosan minimal sebesar Rp122.348.185,91 (Rp71.013.756,37 + Rp51.334.420,54) atas perubahan/penambahan lingkup pekerjaan untuk menyikapi keterlambatan kedatangan dan/atau pembatalan pemesanan material LLD pada kegiatan TA.

Baca Juga: Kebutuhan Pengawas di Kemenag Belum Disusun Secara Memadai, Ini Analisisnya

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X