• Minggu, 5 Desember 2021

Pandemi dan Korupsi, Dua Wabah Besar yang Sangat Berbahaya

- Sabtu, 11 September 2021 | 06:15 WIB
Pandemi dan Korupsi, satu wabah dua wajah (Dok.klikanggaran.com/KitRose)
Pandemi dan Korupsi, satu wabah dua wajah (Dok.klikanggaran.com/KitRose)

Jakarta, Klikanggaran.com – Pandemi dan korupsi adalah dua wabah yang sama-sama mematikan dan sulit diberantas. Perlu disiplin tinggi untuk menyehatkan seluruh lini, perlu gizi hati untuk menjaga dan meningkatkan imun nurani.

Kerja sama yang baik dari seluruh sendi kehidupan dan tubuh bangsa adalah salah satu vitamin. Niscaya, semoga, tubuh bangsa akan segera sehat kembali, dapat hidup berdampingan, namun tak abai pada bahayanya pandemi dan korupsi.

Dalam kata pengantar buku “KPK Berdiri untuk Negeri” Goenawan Muhammad menuliskan: korupsi, kolusi, dan nepotisme seolah hidup berdampingan dengan kita sejak lama. Sementara beberapa hari yang lalu, Jokowi, Presiden RI, menyatakan: Indonesia siap hidup berdampingan dengan COVID 19 dan akan memulai proses transisi dari pandemi ke endemi. Ini adalah salah satu dari sekian juta bukti bahwa pandemi dan korupsi adalah dua hal yang sama-sama berbahaya dan sulit diberantas.

Baca Juga: Perlindungan Maksimal pada Masyarakat, Presiden Pastikan Vaksinasi Terus Bergulir

Usai meninjau kegiatan vaksinasi COVID-19 di SLB (Sekolah Luar Biasa) Negeri 1 Bantul pada Jumat (10/09/ 2021) lalu Presiden menegaskan, COVID-19 tidak akan hilang dalam waktu dekat, maka dari itu masyarakat harus siap hidup berdampingan dengan virus tersebut.

Namun demikian, Presiden tetap mengingatkan agar masyarakat tidak euforia berlebihan dan abai akan protokol kesehatan utamanya memakai masker. Selain itu, Presiden juga terus menggalakkan kegiatan vaksinasi untuk membentengi masyarakat dari covid-19.

Begitu pula dengan persoalan korupsi, yang sepertinya juga teramat sangat sulit dihilangkan dalam waktu dekat. Maka dari itu, masyarakat harus siap hidup berdampingan dengan para koruptor, dengan virus korupsi, tapi tidak abai akan protokol kesehatan terhadap korupsi, utamanya membentengi diri dengan nilai-nilai etika dan moral.

Baca Juga: Penerapan SI PNBP PKH Berbasis Online di Kementerian LHK Belum Berfungsi, Ini Akibatnya pada Catatan Piutang

Tantangan terbesarnya mungkin adalah pada pemahaman umum mengenai korupsi. Jika korupsi, sekecil apa pun bentuknya, sudah membudaya, masyarakat menjadi berpikir terbalik. Maka pertama yang harus diupayakan mungkin adalah menegakkan dan mempertahankan independensi KPK, agar lebih dapat memberantas korupsi tanpa kompromi.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pentingnya Perencanaan Tenaga Kerja di Perusahaan

Jumat, 19 November 2021 | 18:32 WIB

Mengenali Penyakit-Penyakit Batin

Sabtu, 6 November 2021 | 13:45 WIB

Menyamakan Editor dengan Polisi Saltik: Anda Waras?

Selasa, 2 November 2021 | 15:57 WIB

Keikutsertaan Lendir dalam Sebuah Karya Sastra

Selasa, 2 November 2021 | 12:24 WIB

Revolusi Bahasa

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 15:57 WIB

Jangan Meletakkan Kebahagiaan di Mulut Orang

Jumat, 29 Oktober 2021 | 14:03 WIB

Makna Sumpah Pemuda buat Pejabat

Jumat, 29 Oktober 2021 | 06:26 WIB

Makna Sumpah Pemuda buat Milenial Kekinian

Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:39 WIB
X